KPPN Meulaboh Dukung Pelestarian Tradisi Budaya Aceh

  • 28 Nov 2025 18:39 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Meulaboh menggandeng Dekranasda Aceh Barat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam upaya pelestarian budaya melalui pelatihan membatik bagi perempuan perajin Batik Sulubayung, Rabu (19/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula KPPN Meulaboh menjadi bagian dari program pemberdayaan UMKM perempuan yang terus dikembangkan dan didorong keberlanjutannya.

Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta perempuan usia produktif dan berlangsung selama tiga hari, 28–30 November 2025. Ketua Dekranasda Aceh Barat, Afrinda Novalia, yang juga istri Bupati Aceh Barat, membuka kegiatan tersebut didampingi Kepala KPPN Meulaboh serta sejumlah pejabat daerah. Turut hadir narasumber pembatik dari Batik Azzeta, Cut Azzeta Abdullah, untuk membimbing peserta mendalami teknik dan filosofi Batik Sulubayung.

Ketua panitia, Kartini, menyebut pelatihan ini bertujuan mengenalkan batik sebagai warisan budaya bangsa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi perempuan. Menurutnya, keterampilan membatik tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga melatih ketekunan, motorik halus, dan kreativitas.

“Kami berterima kasih kepada KPPN Meulaboh yang kembali memberi dukungan fasilitas. Semoga sinergi ini terus berlanjut,” ujarnya.

Afrinda Novalia dalam sambutan menegaskan bahwa pelatihan menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi kreatif daerah, terutama melalui batik khas Aceh Barat. Ia berharap peserta dapat menjadi pelaku usaha mandiri serta melahirkan karya yang inovatif dan berdaya saing.

“Dekranasda Aceh Barat terus membina perajin, memfasilitasi pasar, dan mendorong pemanfaatan digitalisasi agar produk lokal mampu menembus pasar lebih luas,” katanya.

Batik Sulubayung sendiri merupakan motif tradisional asli Aceh Barat yang telah diresmikan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada Oktober 2025. Motifnya memiliki dua bentuk utama, yaitu Sulubayung dan Bungong Sulubayung, dengan filosofi keselarasan, gotong royong, serta semangat bermusyawarah.

Batik ini lahir dari gagasan Ketua Dekranasda Aceh Barat bersama Wakil Bupati dan di bawah arahan Bupati Aceh Barat. Sejak peluncurannya, Sulubayung tidak hanya menjadi simbol kedaerahan tetapi juga didorong agar dapat dikenal secara nasional hingga internasional.

Pemerintah daerah juga telah menyelenggarakan berbagai pelatihan produksi dan pengembangan motif sebagai langkah penguatan industri kreatif lokal.

Sementara itu, Kepala KPPN Meulaboh, Linggo Supranggono, menyampaikan komitmen instansinya dalam mendukung pemberdayaan UMKM melalui kegiatan kolaboratif, fasilitasi pemasaran digital, hingga penyediaan galeri UMKM di front office KPPN. “Pelatihan membatik ini merupakan bagian dari pengarusutamaan gender dan pelestarian budaya. Sinergi treasury turut menjaga tradisi,” ujarnya.

Linggo berharap pelatihan berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi perempuan UMKM Aceh Barat. “Kami siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....