PBS Dorong Petani Aceh Barat Menjual ke Pabrik
- 22 Jan 2026 16:40 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Keberadaan pabrik pengolahan karet di Aceh Barat mulai mendorong petani karet untuk memasarkan hasil produksinya secara lokal, setelah sebelumnya sebagian besar dijual ke Medan, Sumatera Utara. Hal itu disampaikan External Relation Manager PT Potensi Bumi Sakti Aceh Barat, Ir. Bambang Sebastiar, kepada RRI di Meulaboh pada Kamis 22 Januari 2026.
Ia mengatakan secara bertahap petani karet di Aceh Barat kini telah mulai mengirimkan bahan baku ke pabrik, meskipun pada awal operasional masih diliputi keraguan. “Alhamdulillah sekarang produksi karet dari Aceh Barat sudah mulai berdatangan dan dikirim ke pabrik. Kita berharap seluruh petani karet di Aceh Barat dapat memanfaatkan keberadaan pabrik yang sudah ada di daerah sendiri,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, mekanisme penentuan harga karet dilakukan secara terbuka dan mengacu pada harga karet dunia yang dapat diakses melalui Singapore Exchange (SICOM) maupun platform informasi harga internasional lainnya. Saat ini, harga karet dunia dengan kadar 100 persen disebut telah mencapai kisaran Rp31 ribu per kilogram kering.
Namun demikian, Bambang mengingatkan para petani agar tidak merendam karet dalam air, karena praktik tersebut dapat menurunkan kualitas serta kadar karet, yang berdampak langsung pada penurunan harga jual.
“Menjaga kadar dan kualitas karet sangat penting. Semakin baik kualitasnya, maka semakin baik pula harganya. Untuk tingkat petani, kadar karet 70 persen sudah sangat baik dan dapat diterima pabrik,” katanya.
Terkait target produksi, pabrik menargetkan pasokan sebanyak 200 ton karet basah per hari untuk satu shift kerja. Hingga saat ini, realisasi pasokan baru mencapai sekitar 101 ton per hari, meskipun angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan awal operasional yang hanya berkisar antara 30 hingga 50 ton per hari.
Pihak pabrik juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi petani dari Aceh Barat maupun daerah sekitar, seperti Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya, untuk menjual hasil karet mereka ke pabrik yang berlokasi di kawasan Glee Siblah, Kecamatan Woyla.
Berdasarkan hasil survei, Bambang menyebutkan daerah dengan potensi karet terbesar saat ini berada di Nagan Raya dan Aceh Jaya, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Sementara itu, Aceh Barat memiliki luas lahan yang cukup besar, namun produktivitasnya masih rendah karena didominasi pohon karet tua dan belum menggunakan klon unggul.
Oleh karena itu, pihaknya berharap ke depan dapat dilakukan peremajaan kebun karet dan penggunaan bibit unggul, sehingga produksi karet di Aceh Barat dapat meningkat dan berdampak pada kesejahteraan petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....