Usaha SGD Farm Sukses Budidaya Unggas hingga Pasokan untuk MBG

  • 09 Jul 2026 10:38 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • SDG Farm di Desa Suak Sigadeng, Aceh Barat telah berhasil mengembangkan usaha budidaya bebek petelur dengan produk hilir bernilai tambah seperti telur asin dan kerupuk telur asin
  • Usaha ini memasok 22 ribu butir telur asin per bulan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) wilayah barat selatan Aceh dengan target produksi mencapai 1.600 butir per hari

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bebek petelur di Desa Suak Sigadeng, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat sukses dalam usaha budidaya bebek petelur. Selain produksi telur mentah, usaha SDG Farm ini juga memiliki industri hilir bernilai tambah.

Pemilik usaha Suak Sigadeng (SGD) Farm, Akmal Fata, ST menyampaikan bahwa sejak berdiri usahanya telah memiliki banyak pekerja warga desa. Mulai dari pekerja di kandang bebek mengelola telur hingga usaha rumahan memproduksi makanan dan kuliner dari telur hijau bebek asin.

"Telur bebek yang kami hasilkan untuk pasar tidak terbatas pada telur mentah, tapi juga telur bebek asin dan bahan baku kerupuk telur asin industri di desa," ujarnya, Kamis 9 Juli 2026.

Pekerja mengutip telur bebek di usaha Suak Sigadeng (SGD) Farm, Gampong Suak Sigadeng, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Kamis (9/7/2026). Foto RRI/ Anwar Yunus

Saat ini usahanya semakin berkembang setelah mendapatkan pesanan telur asin dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah barat selatan Aceh. Kebutuhan pasokan dapur MBG hingga mencapai 22 ribu butir per bulan.

Namun, usahanya itu bukan hanya konsentrasi pada MBG, ada kebutuhan usaha UMKM bergerak di sektor kuliner dan bahan produksi makanan ringan.

"Konsepnya adalah konsisten, semua dirintis dari modal sederhana. Saya ada dua unit tempat budidaya, di lokasi rumah juga ada dan sekaligus membuat telur bebek asin," ujarnya lagi.

Akmal Fata menjelaskan, bahwa bibit unggul unggas, dari Brebes jenis Mojosari, Alabio dan Ratu. Bebek petelur ini standar 2 tahun untuk produktivitasnya.

Ia pun menargetkan, dari unit usahanya itu ke depan mampu berproduksi 1.600 butir per hari. Mengingat permintaan pasar semakin tinggi.

"Dari infrastruktur kandang yang ada saat ini sebenarnya sudah bisa berproduksi 1.600 butir, namun banyak hal yang masih kita butuhkan. Termasuk idealnya proses budidaya unggas pada lahan yang tersedia," sebutnya lagi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....