Bea Cukai Aceh Dorong Pemerintah Tingkatkan Infrastruktur Bisnis
- 23 Jan 2025 22:56 WIB
- Meulaboh
KBRN, Aceh: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh mengimbau pemerintah Aceh untuk memperkuat infrastruktur penunjang guna meningkatkan aktivitas bisnis dan menarik investasi ke daerah tersebut. Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi, menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur yang memadai menjadi kunci pertumbuhan ekonomi di Aceh.
“Pemerintah daerah dan teman-teman di DPRA Aceh harus fokus pada pembangunan infrastruktur bisnis. Insentif pemerintah bisa diarahkan ke sana,” ujar Safuadi dalam siaran persnya, Senin (20/1/2025).
Ia menyoroti kurangnya infrastruktur penunjang di Aceh yang menyebabkan kegiatan bisnis berjalan kurang optimal. Safuadi menegaskan bahwa penyediaan fasilitas tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan pengusaha.
Safuadi mencontohkan Pelabuhan Malahayati di Aceh Besar, yang hanya memiliki kedalaman 6-8 meter. Kondisi ini hanya memungkinkan kapal bermuatan 30 ribu ton untuk bersandar, sementara kapal kargo modern rata-rata berkapasitas 50 ribu ton ke atas.
“Kapal besar tidak bisa merapat. Seharusnya pelabuhan ini memiliki kedalaman 14 meter agar kapal bisnis besar bisa masuk. Kalau kapal tidak datang, bisnis pun tidak ada,” jelasnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan panjang landasan Bandara Syekh Hamzah Fansyuri yang hanya 1.400 meter. Menurutnya, landasan tersebut harus diperpanjang hingga 2.500 meter agar komoditas produktif dari Aceh bisa langsung diterbangkan ke pasar internasional. Hal serupa juga berlaku untuk Bandara Lasikin di Simeulue yang saat ini tidak mampu melayani pesawat kargo.
“Kalau bandara diperbaiki, hasil laut seperti lobster dan ikan lainnya bisa langsung diekspor ke Jepang, Uni Emirat Arab, dan negara lainnya,” tambahnya.
Safuadi menegaskan pentingnya memanfaatkan bandara di Aceh tidak hanya untuk pergerakan orang, tetapi juga barang. Menurutnya, ekonomi akan tumbuh jika ada pergerakan barang, uang, dokumen, orang, dan pasar.
“Jika lima elemen ini bisa dilakukan, aktivitas ekonomi akan bertumbuh,” ujarnya.
Ia mengajak pemerintah, akademisi, dan pengusaha untuk bersinergi dalam membangun Aceh. Sinergitas antara ketiga pihak dinilai penting agar ekonomi Aceh bisa bangkit dan berkembang.
“Jika tidak ada koneksi antara pemerintah, akademisi, dan pengusaha, maka Aceh tidak akan bangkit,” pungkas Safuadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....