Komunitas VO Aceh Adaptasi Kisah Tiga Pahlawan Perempuan dalam Audio Drama

  • 06 Jun 2026 17:50 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, BANDA ACEH - Komunitas Voice Over (VO) Aceh bersama Akselerasi Indonesia Maju berkolaborasi dengan Amanah meluncurkan program "Sulih Suara (Voice Over) Adaptasi Cerita Pahlawan Perempuan". Hal ini untuk menghidupkan kembali kisah perjuangan tokoh-tokoh perempuan Aceh melalui karya audio drama.

Ketua Komunitas VO Aceh, Sahreza, mengatakan program tersebut akan menghadirkan adaptasi kisah tiga pahlawan perempuan Aceh, yakni Cut Nyak Dhien, Laksamana Malahayati, dan Teungku Fakinah, yang dikenal sebagai simbol keberanian, kepemimpinan, keteguhan iman, dan pengorbanan.

"Melalui karya sulih suara, masyarakat tidak hanya akan mendengar fakta sejarah, tetapi juga merasakan emosi yang menyertainya," kata Sahreza dalam siaran persnya diterima RRI.CO.ID, Sabtu 6 Juni 2026.

Menurutnya, pendengar akan diajak menyelami perjuangan Cut Nyak Dhien dalam memimpin perlawanan terhadap penjajah, mengikuti kisah Laksamana Malahayati yang membentuk pasukan Inong Balee dan menjaga kedaulatan Aceh di lautan, serta mengenal peran Teungku Fakinah sebagai ulama perempuan yang berjuang melalui pertahanan rakyat dan pendidikan.

Sahreza menilai pendekatan audio menjadi salah satu cara efektif untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital dan arus informasi yang semakin cepat.

Selain memproduksi audio drama, program tersebut juga membuka ruang pengembangan kapasitas bagi talenta muda Aceh, khususnya perempuan, melalui pelatihan voice over, penulisan naskah, pembacaan karakter, produksi audio, hingga distribusi digital.

Sementara itu, Pengurus Amanah, Faisal Ilyas, mengatakan program tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para perempuan Aceh yang telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah bangsa.

"Kami ingin generasi hari ini tidak hanya mengenal nama Cut Nyak Dhien, Malahayati, atau Teungku Fakinah dari buku pelajaran. Kami ingin mereka mendengar suara perjuangannya, merasakan emosinya, dan memahami nilai-nilai yang mereka wariskan kepada kita semua," ujarnya.

Program yang didukung Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP itu diharapkan dapat menjadi model inovasi pemajuan kebudayaan yang menghubungkan pelestarian sejarah, pemanfaatan teknologi, serta pemberdayaan masyarakat melalui industri kreatif berbasis suara.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....