USK Angkat Kearifan Lokal Seni Nandong Smong Jadi Media Edukasi Bencana
- 29 Apr 2026 22:54 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) mengangkat kearifan lokal melalui penampilan Seni Adaptasi Nandong Smong sebagai media edukasi kebencanaan dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh, Minggu 26 April 2026.
Penampilan yang memadukan unsur budaya dan pesan mitigasi bencana ini berhasil menarik perhatian masyarakat yang tengah beraktivitas di kawasan CFD. Pertunjukan dibawakan oleh tim kolaborasi yang terdiri dari Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), FASTANA–TDMRC USK, mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) USK, serta alumni Student Exchange KMITL–USK.
Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, Rabu 29 April 2026 yang juga merupakan pembina tim adaptasi Nandong Smong dan mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan USK, menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam edukasi kebencanaan.
“Nandong Smong bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi media edukasi yang hidup. Melalui pendekatan budaya, pesan kesiapsiagaan menjadi lebih mudah diterima dan diingat oleh masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.
Seni Adaptasi Nandong Smong merupakan pengembangan dari tradisi lisan masyarakat Simeulue yang sarat dengan pesan tentang tanda-tanda tsunami dan langkah penyelamatan diri. Karya ini pertama kali dikembangkan oleh Tim PECI dan PASMINA USK pada tahun 2019, kemudian dikembangkan kembali oleh GEN-A agar lebih kontekstual dan relevan dengan generasi masa kini.
Dalam pertunjukan tersebut, pesan kebencanaan disampaikan melalui kombinasi puisi, musikalisasi, dan paduan suara yang menyentuh. Pembacaan puisi dibawakan oleh Denni Mulyani dan Ikrama Agung, sementara paduan suara dan musikalisasi diisi oleh Mina Shafira, Raihana Ulfa, Nanda Perdana Wartin, Safiratun Nadia, Farras, Munadi, dan Ikmaldi Nabawi.
Dengan penggabungan unsur seni dan ilmu kebencanaan menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran risiko secara berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana.
“Tradisi seperti Smong telah terbukti menyelamatkan banyak nyawa di masa lalu. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengemasnya kembali agar tetap relevan dengan konteks kekinian,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....