Nazam Warisan Budaya Aceh Wajib di Jaga dan di lestarikan

  • 18 Apr 2026 21:59 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID , Meulaboh : Kekayaan budaya Aceh bukan sekadar tarian dan kuliner, melainkan juga tradisi lisan yang sarat akan pesan moral dan ketauhidan. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Nazam, sebuah warisan sastra religius yang kini mulai tergerus zaman.

Dalam dialog interaktif program "Kita Indonesia" di RRI Pro 1 Meulaboh, beberapa hari yang lalu Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Masri Harif, S.P atau yang dikenal sebagai syeh masri, menegaskan bahwa pelestarian Nazam bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban kolektif. Nazam adalah karya sastra lisan berupa puisi atau syair yang memiliki keterikatan kuat dengan ajaran Islam, Kamis (16 April 2026 ).

Menurut Syeh Masri, Nazam memiliki kedudukan khusus dalam struktur sosial masyarakat Aceh. Berbeda dengan syair biasa, Nazam merupakan bentuk penyampaian ajaran agama, sejarah Nabi, hingga tuntunan akhlak yang dilantunkan dengan irama khas. Nazam disampaikan dengan cara dilantunkan (berirama). Iramanya cenderung syahdu, penuh khidmat, dan menyentuh perasaan. Biasanya dibawakan tanpa iringan musik.

"Nazam adalah media edukasi masa lalu yang sangat efektif. Di dalamnya terkandung nilai-nilai filosofis dan tauhid yang membentuk karakter generasi Aceh terdahulu. Menjaganya berarti menjaga identitas kita sebagai bangsa yang religious. Saya bersedia melatih dan membina anak anak agar cinta terhadap budaya" ujar Syeh Masri .

Di tengah gempuran budaya populer dan teknologi informasi, eksistensi Nazam menghadapi tantangan besar. Syeh Masri mengakui bahwa saat ini semakin sedikit generasi muda yang mengenal, apalagi mampu melantunkan Nazam secara fasih.

Untuk mengantisipasi kepunahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat melalui Bidang Kebudayaan tengah merancang berbagai langkah strategis, selain sosialisasi kesekolah, Syeh Masri juga mengajak di tingkat anak anak perlu kita tanamkan supaya mereka tau budaya aceh ini.

Syeh Masri juga memberikan apresiasi tinggi kepada RRI Pro 1 Meulaboh melalui program Kita Indonesia. Menurutnya, media massa memiliki peran krusial sebagai jembatan informasi untuk mengedukasi masyarakat luas tentang pentingnya pelestarian budaya.

"Kita tidak ingin Nazam hanya menjadi catatan di buku sejarah. Melalui program seperti di RRI ini, kita mengetuk hati masyarakat bahwa ada harta karun budaya yang wajib kita rawat bersama agar tidak hilang ditelan masa," ujarnya.

Syeh Masri mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh adat, akademisi, hingga orang tua untuk kembali menghidupkan tradisi bernazam di lingkungan keluarga dan komunitas. Terutama untuk khaula muda agar mereka tau tentang budaya Nazam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....