Daun Rumbia Tetap Diminati di tengah Modernisasi di Aceh Barat

  • 02 Apr 2026 11:41 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Di tengah pesatnya perkembangan material bangunan modern, daun rumbia tetap bertahan sebagai komoditas yang diminati masyarakat di Kabupaten Aceh Barat. Bahan tradisional ini masih banyak digunakan untuk berbagai keperluan, terutama sebagai atap dan pelengkap bangunan bernuansa alami.

Muhamad Saman, pegiat penjahit rajutan daun rumbia di Meulaboh, mengatakan permintaan terhadap daun rumbia hingga kini masih stabil meski masyarakat memiliki banyak pilihan material seperti seng dan genteng modern.

“Zaman memang sudah maju dengan berbagai pilihan bahan bangunan yang lebih modern, namun daun rumbia rajutan tetap memiliki pasar tersendiri,” ujar Saman, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, penggunaan daun rumbia di Aceh telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan terus bertahan hingga sekarang. Selain nilai tradisional, bahan ini juga dinilai memberikan kesejukan alami sehingga masih diminati, terutama untuk bangunan seperti dapur rumah dan kafe di kawasan pantai.

Saman menambahkan, aktivitas merajut daun rumbia juga masih menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga di sejumlah wilayah. Di antaranya di Desa Pasi Leuhan, Pasi Mesjid, hingga Desa Ranub Dong, Kecamatan Meureubo, yang masih aktif memproduksi rajutan daun rumbia.

Untuk harga, daun rumbia yang telah dirajut dijual sekitar Rp10 ribu per potong dengan ukuran panjang satu hingga dua meter dan lebar sekitar satu meter.

“Permintaan masih ada, sehingga masyarakat tetap memproduksi dan menjualnya di pasar,” kata Saman.

Keberadaan daun rumbia sebagai bahan bangunan tradisional ini menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal tetap bertahan di tengah arus modernisasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....