Idul Adha Tak Lepas Dari Ziarah Makam Orang Tua
- 04 Jun 2026 09:45 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID,Meulaboh-Perayaan Hari Raya Idul Adha selalu membawa nuansa spiritual dan emosional yang mendalam bagi umat Muslim. Selain kental dengan ibadah shalat Id dan penyembelihan hewan kurban, momen lebaran ini juga tidak pernah lepas dari tradisi sakral yang sudah mengakar di tengah masyarakat, yaitu berziarah ke makam orang tua. Bagi para perantau, momentum ini menjadi waktu yang paling dinanti untuk menuntaskan rindu kepada orang tua yang telah tiada.
Sejak pagi hari usai pelaksanaan shalat Idul Adha, sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) mulai ramai didatangi peziarah yang membawa air bunga dan buku yasin. Suasana haru dan khidmat menyelimuti area pemakaman saat warga mulai bersila di samping pusara untuk memanjatkan doa. Di antara kerumunan peziarah, tampak para perantau yang sengaja meluangkan waktu khusus untuk pulang ke kampung halaman demi tradisi tahunan ini.

Penziarah sedang melakukan siraman diatas makam dan membacakan doa
Salah satu pengunjung makam, Saipan, kepada RRI mengungkapkan rasa haru dan tujuan utamanya pulang ke kampung halaman pada lebaran kali ini. "Saya pulang dari rantau bukan untuk mengunjungi sanak saudara, tapi hanya ingin mengunjungi makam orang tua saya dan mengantarkan doa secara langsung," ujar Saipan dengan mata berkaca-kaca di sela-sela ziarah.
Saipan menambahkan bahwa kepulangannya kali ini terasa sangat emosional karena ia sudah cukup lama tidak menginjakkan kaki di tanah kelahiran. "Karena sudah 2 tahun saya tidak mudik, momen ini saya manfaatkan dengan baik," tuturnya lagi. Bagi Saipan, memanjatkan doa secara langsung di depan nisan orang tua memberikan ketenangan batin tersendiri yang tidak bisa digantikan lewat doa dari kejauhan.
Hingga sore hari, gelombang peziarah seperti Saipan terpantau masih terus bergantian mendatangi area pemakaman. Kisah para perantau ini membuktikan bahwa tradisi ziarah makam orang tua pada momentum Idul Adha tetap lestari dan sakral. Ritual tahunan ini menegaskan bahwa esensi hari raya bukan hanya tentang berkumpul dengan yang masih ada, tetapi juga tentang menjaga bakti dan merawat memori melalui doa bagi mereka yang telah mendahului.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....