Lima Menit jelang Deadline, Karya Mahasiswa Ini Malah Jadi Juara

  • 18 Sep 2026 22:49 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh: Lima menit sebelum batas akhir pengumpulan, sebuah karya video mahasiswa akhirnya berhasil dikirim. Di tengah keterbatasan waktu dan berbagai kendala selama proses produksi, karya tersebut justru berhasil membawa pulang Juara II Kompetisi Video Kreatif Temilreg 2026.

Kisah tersebut dibagikan Nur Elija Siregar, Siti Fahira Sihotang, dan Tessa Fadila saat berbagi pengalaman melalui program Sore Ceria RRI Meulaboh, Kamis (17/9/2026), dengan tema “Karya Kreatif, Prestasi Gemilang di Temilreg 2026”.

Ketiganya merupakan mahasiswa yang mengikuti rangkaian Temilreg 2026 dan tergabung dalam tim pada kompetisi video kreatif. Nur Elija Siregar merupakan mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Siti Fahira Sihotang mahasiswa Akuntansi Syariah UINSU, sedangkan Tessa Fadila merupakan mahasiswa Manajemen Universitas Islam Sumatera Utara.

Temilreg 2026 menjadi salah satu wadah pertemuan mahasiswa di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), khususnya mahasiswa yang tergabung dalam organisasi studi ekonomi Islam. Kegiatan tersebut digelar di Universitas Malikussaleh, Aceh, dan diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Dalam kompetisi video kreatif, ketiga mahasiswa tersebut memilih mengangkat tema sustainable finance yang dikaitkan dengan ekonomi Islam. Konsep video dikemas melalui cerita mengenai seseorang yang membutuhkan pembiayaan untuk mempertahankan usahanya dan dihadapkan pada pilihan pembiayaan.

Melalui karya tersebut, mereka ingin menyampaikan edukasi bahwa pembiayaan syariah memiliki konsep yang berbeda dengan pembiayaan konvensional. Pesan lainnya adalah pentingnya mempertimbangkan keputusan pembiayaan secara matang dan tidak hanya berorientasi pada solusi cepat ketika menghadapi kebutuhan mendesak.

Namun, proses menghasilkan karya tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Kesibukan kuliah dengan jadwal yang berbeda membuat mereka harus mencari waktu yang tepat untuk berkumpul. Tantangan juga muncul ketika proses pengambilan gambar karena gangguan suara di lokasi membuat sejumlah adegan harus diulang.

Keterbatasan perangkat turut menjadi tantangan. Proses editing hanya mengandalkan satu ponsel sehingga ketiganya harus bertemu untuk melanjutkan penyuntingan video.

Bahkan pada malam sebelum batas pengumpulan, video tersebut belum selesai. Kondisi itu sempat membuat mereka hampir menyerah dan mempertimbangkan untuk tidak mengikuti kompetisi.

Namun, mereka memilih melanjutkan proses hingga karya tersebut akhirnya berhasil dikirim sekitar lima menit sebelum deadline.

Perjuangan itu kemudian membuahkan hasil. Saat pengumuman pemenang, tim mereka berhasil meraih Juara II Kompetisi Video Kreatif Temilreg 2026.

Bagi ketiganya, pengalaman mengikuti Temilreg bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan. Proses tersebut memberikan pengalaman dalam membangun kerja sama, mengatur waktu, memproduksi dan mengedit video, serta belajar tetap percaya diri ketika harus bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Temilreg 2026 pun menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperluas jejaring. Pertemuan dengan peserta dari berbagai kampus di Sumbagut memberikan pengalaman baru dan kesempatan untuk membangun pertemanan.

Kisah Nur Elija Siregar, Siti Fahira Sihotang, dan Tessa Fadila menunjukkan bahwa sebuah karya tidak selalu lahir dalam kondisi sempurna. Dengan kerja sama, kemauan untuk menyelesaikan proses, dan keberanian mencoba, keterbatasan justru dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju sebuah prestasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....