Mindfulness di tengah Berita Buruk: Waras atau Kabur?

  • 15 Sep 2026 23:40 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh: Di tengah derasnya arus informasi, berita buruk seolah tak pernah berhenti datang. Konflik, bencana, kriminalitas hingga berbagai kabar yang memicu kecemasan mudah memenuhi layar ponsel setiap hari. Di situasi seperti ini, mindfulness atau kesadaran penuh terhadap diri dan keadaan sekitar mulai dipandang sebagai salah satu cara untuk menjaga pikiran tetap tenang. Namun, muncul pertanyaan: apakah mindfulness benar-benar membantu menjaga kewarasan atau justru menjadi cara untuk melarikan diri dari realitas?

Paparan berita negatif secara terus-menerus dapat membuat seseorang merasa lelah secara emosional. Kebiasaan mengikuti setiap perkembangan informasi juga bisa membuat pikiran sulit beristirahat, terlebih ketika seseorang merasa harus selalu mengetahui apa yang sedang terjadi.

Mindfulness menawarkan ruang untuk berhenti sejenak. Bukan berarti menutup mata terhadap persoalan yang terjadi, melainkan memberikan kesempatan bagi diri untuk menyadari apa yang sedang dirasakan, mengatur perhatian, dan tidak terus-menerus terseret oleh arus informasi.

Praktiknya bisa dimulai dari hal sederhana. Mengambil jeda dari layar, menarik napas secara perlahan, menikmati aktivitas yang sedang dilakukan, hingga membatasi waktu mengonsumsi berita dapat menjadi bentuk mindfulness dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, mengambil jeda bukan berarti mengabaikan realitas. Justru, mindfulness dapat membantu seseorang menentukan kapan harus menerima informasi dan kapan perlu memberikan ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat. Dengan kondisi pikiran yang lebih tenang, seseorang diharapkan dapat merespons berbagai persoalan secara lebih rasional, bukan sekadar bereaksi karena terbawa emosi.

Di era ketika informasi bergerak begitu cepat, kemampuan mengelola perhatian menjadi semakin penting. Tidak semua berita harus dikonsumsi setiap saat, dan tidak semua informasi harus langsung mendapatkan respons emosional.

Pada akhirnya, mindfulness bukan tentang melarikan diri dari dunia yang penuh kabar buruk. Mindfulness adalah tentang mengambil jeda agar seseorang tetap mampu berpijak pada realitas tanpa kehilangan ketenangan diri. Sebab, menjaga kewarasan bukan berarti tidak peduli, tetapi memastikan diri tetap cukup kuat untuk peduli dengan cara yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....