Benarkah Mengisi BBM Penuh Membuat Mobil Lebih Boros?

  • 12 Sep 2026 12:05 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Saat mampir ke SPBU, sebagian orang memilih langsung mengisi tangki sampai penuh. Alasannya sederhananya, jadi tidak perlu bolak-balik mengisi BBM dalam waktu dekat.

Namun, ada juga yang sengaja hanya mengisi setengah tangki karena menganggap mobil akan lebih ringan dan irit bahan bakar. Anggapan tersebut ternyata ada benarnya, tetapi bukan berarti mengisi BBM sampai penuh otomatis membuat mobil menjadi boros.

Berikut idntimes.com merilis Sabtu 12 September 2026 pengaruh dari tambahan bobot BBM, hanya saja seberapa besar dampaknya terhadap konsumsi bahan bakar? Mari, kita bahas bersama!

1. Mengapa Tangki BBM Penuh bisa Memengaruhi Konsumsi Bahan Bakar

BBM bukan sekadar cairan yang tersimpan di dalam tangki. Bahan bakar juga memiliki bobot yang ikut menambah berat keseluruhan mobil. Sebagai gambaran, bensin memiliki berat sekitar 0,72–0,77 kilogram per liter.

Jika mobil memiliki tangki berkapasitas 45–57 liter, mengisinya sampai penuh berarti membawa tambahan bobot sekitar 32–43 kilogram dibandingkan ketika tangki hampir kosong. Tambahan berat tersebut memang dapat membuat konsumsi BBM sedikit meningkat.

Secara umum, tambahan bobot sekitar 45 kilogram dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 0,5–2 persen, tergantung jenis mobil dan kondisi berkendara. Artinya, jika perbedaan isi tangki hanya dari setengah menjadi penuh, pengaruhnya biasanya jauh lebih kecil.

2. Seberapa Besar Pengaruhnya

Misalnya, sebuah mobil mampu mencapai konsumsi sekitar 30 mpg dalam kondisi tertentu. Ketika tangki diisi penuh, tambahan bobot BBM mungkin membuat angka tersebut turun menjadi sekitar 29,7–29,85 mpg. Perbedaannya terlihat kecil, bukan?

Itulah sebabnya mengisi BBM sampai penuh sebenarnya tidak serta-merta membuat mobil menjadi boros. Ada pengaruh terhadap efisiensi karena bobot bertambah, tetapi nilainya sangat kecil dibandingkan faktor lain yang memengaruhi konsumsi bahan bakar.

3. Lalu, Kenapa Banyak orang Menyarankan Tangki tidak Dibiarkan Kosong?

Jika tangki setengah penuh sedikit lebih ringan, apakah sebaiknya selalu mengisi BBM sedikit-sedikit? Tidak juga. Ada beberapa alasan mengapa menjaga persediaan BBM tetap cukup justru lebih masuk akal.

Salah satunya berkaitan dengan fuel pump. Pada banyak mobil, pompa bahan bakar berada di dalam tangki dan menggunakan BBM di sekitarnya untuk membantu menjaga suhunya. Kebiasaan berkendara dengan kondisi tangki hampir kosong secara terus-menerus berpotensi membuat pompa bekerja dalam kondisi yang kurang ideal.

Tangki yang terlalu kosong juga memiliki ruang udara lebih banyak. Dalam kondisi tertentu, kelembapan dapat mengalami kondensasi dan berpotensi menimbulkan masalah pada sistem bahan bakar dalam jangka panjang. Selain itu, menjaga BBM tetap tersedia tentu lebih praktis.

4. Jadi, Lebih Baik isi Penuh atau Setengah Tangki

Jika tujuan utama adalah mendapatkan efisiensi bahan bakar semaksimal mungkin, membawa BBM lebih sedikit memang secara teori dapat mengurangi bobot mobil. Namun, penghematannya sangat kecil sehingga biasanya tidak sebanding dengan kerepotan harus lebih sering mengisi BBM.

Untuk penggunaan sehari-hari, mengisi BBM ketika indikator berada di sekitar seperempat hingga setengah tangki bisa menjadi pilihan yang cukup seimbang. Kamu tetap memiliki cadangan bahan bakar tanpa harus terus-menerus membawa bobot BBM yang terlalu banyak.

Yang lebih penting, jangan terlalu fokus pada seberapa penuh tangki. Jika ingin membuat mobil lebih irit BBM, ada beberapa hal yang dampaknya jauh lebih terasa, seperti:

  • Menghindari akselerasi dan pengereman secara agresif.

  • Menjaga kecepatan tetap stabil, terutama saat berkendara di jalan tol.

  • Memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan.

  • Mengurangi barang-barang berat yang tidak diperlukan di dalam mobil.

  • Melakukan perawatan mobil secara rutin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....