Ikut Menguap saat Melihat Orang Lain,Ini Penjelasannya
- 10 Sep 2026 22:41 WIB
- Meulaboh
RRI .CO.ID , Meulaboh - Pernahkah Anda tiba-tiba menguap setelah melihat orang lain menguap, Fenomena tersebut ternyata bukan sekadar kebetulan.
Dalam dunia ilmiah, kondisi ini dikenal sebagai contagious yawning atau menguap menular.
Menguap menular terjadi ketika seseorang ikut menguap setelah melihat, mendengar, atau bahkan memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Fenomena ini tidak hanya ditemukan pada manusia, tetapi juga pada beberapa jenis hewan.
Para ilmuwan hingga kini masih terus mempelajari alasan di balik fenomena tersebut.
Salah satu penjelasan yang berkembang berkaitan dengan aktivitas mirror neurons atau neuron cermin di dalam otak.
Neuron cermin merupakan sel saraf yang dapat aktif ketika seseorang melakukan suatu tindakan maupun ketika melihat orang lain melakukan tindakan yang sama.
Ketika seseorang melihat orang lain menguap, aktivitas neuron tersebut diduga dapat memicu respons serupa secara tidak sadar sehingga orang yang melihatnya ikut menguap.
Selain berkaitan dengan aktivitas otak, menguap menular juga diduga memiliki hubungan dengan perilaku sosial dan proses evolusi.
Ketika salah satu anggota kelompok menguap, respons tersebut kemungkinan membantu menyelaraskan tingkat kewaspadaan anggota kelompok lainnya.
Sinkronisasi tersebut diperkirakan memiliki manfaat bagi kelompok karena dapat membantu anggotanya menyesuaikan kondisi dan lebih siap menghadapi situasi atau potensi ancaman di lingkungan sekitar.
Namun, fenomena menguap menular tidak dialami semua orang dengan tingkat yang sama.
Sejumlah penelitian menunjukkan sekitar 40 hingga 60 persen orang cenderung ikut menguap setelah melihat orang lain menguap secara konsisten.
Perbedaan respons tersebut diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk aspek sosial seperti empati dan tingkat perhatian seseorang terhadap orang lain.
Semakin kuat keterlibatan sosial seseorang, semakin besar kemungkinan ia merespons tindakan orang di sekitarnya.
Fenomena ini juga sekaligus membantah anggapan lama bahwa menguap terjadi semata-mata karena tubuh kekurangan oksigen.
Menguap menular justru lebih banyak dikaitkan dengan aktivitas otak, respons sosial, dan kemungkinan mekanisme sinkronisasi antarindividu.
Dengan demikian, ketika seseorang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap, hal tersebut belum tentu menunjukkan bahwa dirinya sedang mengantuk atau kelelahan.
Respons sederhana tersebut dapat menjadi salah satu gambaran bagaimana otak manusia merespons perilaku orang lain dan membangun keterhubungan sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....