Jangan Panik, Begini Cara Menangani Luka Bakar akibat Air Panas

  • 31 Agt 2026 08:26 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Luka bakar akibat tersiram atau terkena air panas dapat terjadi kapan saja, baik saat memasak, membuat minuman, maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Meski terlihat ringan, luka bakar tetap perlu ditangani dengan tepat agar tidak semakin parah dan mengurangi risiko infeksi.

Saat kulit terkena air panas, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang. Berikut 5 tips pertolongan pertama yang dapat dilakukan:

1. Segera Jauhkan Kulit dari Sumber Panas

Langkah pertama adalah menjauhkan bagian tubuh yang terkena dari sumber panas. Jika pakaian atau benda lain masih panas dan tidak menempel pada kulit, lepaskan dengan hati-hati.

Hindari menarik pakaian yang sudah menempel pada kulit karena dapat memperparah kerusakan jaringan.

2. Alirkan Air Bersih pada Luka

Segera dinginkan area yang terbakar dengan air mengalir bersuhu sejuk selama sekitar 20 menit. Langkah ini dapat membantu mengurangi panas yang masih tersimpan pada jaringan kulit.

Hindari menggunakan es atau air yang sangat dingin secara langsung karena dapat menyebabkan kerusakan tambahan pada kulit.

3. Jangan Memecahkan Kulit yang Melepuh

Luka bakar akibat air panas dapat menyebabkan kulit menjadi merah, nyeri, bahkan melepuh. Jika muncul lepuhan, jangan memecahkannya.

Kulit yang melepuh dapat menjadi pelindung alami terhadap kuman. Memecahkannya sendiri dapat meningkatkan risiko infeksi.

4. Tutup Luka dengan Bersih

Setelah didinginkan, luka dapat ditutup secara longgar menggunakan kasa steril atau penutup luka yang bersih dan tidak mudah menempel pada kulit.

Hindari mengoleskan bahan rumahan seperti pasta gigi, minyak, mentega, atau bahan lainnya yang belum terbukti aman untuk luka bakar.

5. Kenali Kapan Harus ke Dokter

Tidak semua luka bakar dapat ditangani sendiri di rumah. Segera cari pertolongan medis jika luka bakar terlihat dalam, berukuran luas, menimbulkan lepuhan yang cukup banyak, atau mengenai area sensitif seperti wajah, tangan, kaki, alat kelamin, maupun persendian.

Pertolongan medis juga diperlukan jika korban mengalami kesulitan bernapas atau luka bakar disebabkan oleh sumber panas yang berat.

Jangan panik dan jangan sembarangan memberikan pertolongan. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah luka bakar menjadi lebih parah. Jika ragu terhadap tingkat keparahan luka, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....