Mudab Akbar ke-4, Bupati Aceh Barat Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
- 24 Agt 2026 16:09 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh- Bupati Aceh Barat Tarmizi menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Tarmizi saat menghadiri Mubahatsah Ulama Dayah Aceh Barat (Mudab) Akbar ke-4 dan Istighatsah Kubra dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Dayah Madinatuddiniyah Al Munawwarah, Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Sabtu22 Agustus 2026
Tarmizi mengatakan Mudab Akbar tidak hanya menjadi forum membahas persoalan hukum, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara ulama dan umara atau pemerintah.
Menurutnya, sinergi ulama dan pemerintah penting agar berbagai arahan yang disampaikan kepada masyarakat dapat diterima dan dilaksanakan dengan baik.
“Dengan bersatunya ulama dan umara maka masyarakat akan semangat,” kata Tarmizi.
Ia menyebut sejumlah persoalan yang menjadi tantangan saat ini, di antaranya penggunaan media sosial yang tidak terkontrol, peredaran narkoba, judi online, serta berbagai persoalan sosial lainnya.
Untuk menghadapi persoalan tersebut, Pemkab Aceh Barat mendorong sejumlah program, seperti menggerakkan majelis taklim dari tingkat gampong, kecamatan hingga kabupaten, program Magrib Mengaji, serta pembentukan Satgas Pageu Gampong.
Tarmizi mengatakan penyelesaian berbagai persoalan tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan dan kerja sama ulama serta pimpinan dayah dinilai diperlukan dalam pembinaan masyarakat.
“Kami Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk tetap terus mendukung penuh apapun kegiatan keagamaan di Aceh Barat baik itu kegiatan dari Mudab dan juga santri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Mudab, Abu Cek H. Arifin Idris, mengatakan tema lingkungan yang diangkat dalam Mudab Akbar ke-4 berkaitan dengan kondisi lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Menurutnya, tema tersebut dibahas untuk melihat persoalan menjaga lingkungan dari perspektif hukum Islam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kita mengangkat tema ini karena murni untuk mengetahui bagaimana hukum menjaga lingkungan di sekitar kita. Ulama-ulama di Aceh Barat merasa terpanggil karena keadaan lingkungan kita yang sangat mengkhawatirkan,” kata Arifin.
Mudab Akbar ke-4 mengangkat tema “Menjaga Lingkungan Menurut Perspektif Islam” dan menghadirkan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Abu H. Faisal Ali, sebagai pemateri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....