Berikut 3 Kebiasaan Bisa Bikin AC Mobil Rusak
- 17 Apr 2026 19:33 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Sistem pendingin udara atau AC merupakan komponen krusial yang menunjang kenyamanan selama berkendara, terutama di tengah iklim tropis yang menyengat.
Namun, banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa kebiasaan harian yang dianggap sepele dapat menjadi pemicu utama kerusakan dini pada komponen kompresor maupun sistem kelistrikan kendaraan.
Berikut idntimes.com merilis Jumat 17 April 2026 memahami etika penggunaan AC yang benar sangat penting untuk menjaga performa pendinginan tetap optimal sekaligus menghindari biaya perbaikan yang sangat mahal akibat kelalaian teknis.
1. Membuka Jendela Dalam Waktu Lama Saat AC Hidup
Banyak pengemudi yang meremehkan dampak dari membuka jendela terlalu lama atau membiarkan pintu terbuka lebar saat AC sedang beroperasi secara maksimal. Kebiasaan ini memaksa sistem pendingin bekerja berkali-kali lipat lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan karena udara dingin terus keluar dan digantikan oleh udara panas dari luar.
Kompresor akan terus bekerja tanpa henti tanpa mencapai titik istirahat (cut-off), yang akhirnya mengakibatkan komponen tersebut cepat panas dan aus. Debu dan kotoran dari luar yang masuk saat jendela terbuka juga menjadi ancaman serius bagi kebersihan filter kabin dan evaporator.
Partikel halus akan terhisap dan menempel pada evaporator yang lembap, menciptakan lapisan lumpur yang menyumbat aliran udara. Kondisi ini tidak hanya membuat AC terasa kurang dingin, tetapi juga memicu pertumbuhan jamur dan bakteri yang menyebabkan bau tidak sedap serta dapat merusak kesehatan sistem pernapasan penumpang di dalam kabin.
2. Merokok Di Dalam Kabin Dan Kelalaian Menjaga Kebersihan
Merokok di dalam mobil merupakan musuh utama bagi evaporator AC. Asap rokok mengandung zat nikotin dan tar yang bersifat lengket; zat ini akan masuk ke dalam sistem sirkulasi udara dan menempel secara permanen pada kisi-kisi evaporator.
Lapisan lengket tersebut akan menangkap debu dengan lebih mudah, hingga akhirnya membentuk kerak yang sangat sulit dibersihkan. Jika dibiarkan, asam dari sisa pembakaran rokok ini dapat menyebabkan korosi yang memicu kebocoran pada sistem pendingin.
Terakhir, kebiasaan menunda pembersihan karpet mobil dan filter kabin juga berkontribusi besar terhadap kerusakan AC. Kotoran yang menumpuk di area kaki penumpang akan beterbangan dan terhisap masuk ke dalam saluran AC saat kipas blower menyala.
Semakin banyak debu yang tersirkulasi, semakin besar beban kerja motor blower dan semakin cepat filter kabin tersumbat. Kedisiplinan dalam menjaga kebersihan kabin adalah investasi termudah untuk memastikan sistem pendingin tetap bekerja efisien dalam jangka panjang.
3. Kesalahan Fatal Pada Saat Mematikan Dan Menyalakan Mesin
Kebiasaan paling umum yang merusak sistem pendingin adalah mematikan mesin kendaraan saat tombol AC masih dalam posisi menyala. Ketika mesin dimatikan tanpa mematikan AC terlebih dahulu, kopling kompresor tetap berada dalam posisi terkunci.
Saat mesin dinyalakan kembali di waktu berikutnya, beban kerja motor starter akan meningkat drastis karena harus memutar mesin sekaligus kompresor secara bersamaan, yang berisiko memperpendek usia baterai dan merusak komponen magnetik clutch.
Selain itu, menyalakan AC sesaat setelah mesin menyala namun putaran mesin atau RPM belum stabil juga merupakan langkah yang keliru. Saat baru menyala, oli mesin belum melumasi seluruh bagian mesin dan kompresor secara sempurna.
Tekanan tinggi yang tiba-tiba diberikan pada kompresor saat putaran mesin masih tinggi atau tidak stabil dapat menyebabkan gesekan kasar yang merusak bagian dalam kompresor, sehingga AC menjadi berisik dan tidak dingin seiring berjalannya waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....