Disabilitas Aceh Barat Ikrar Mandiri, Tak Akan Jadi Pengemis Jalanan

  • 12 Sep 2026 12:25 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Kelompok disabilitas di Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk hidup mandiri dan produktif serta menolak stigma sebagai pengemis jalanan. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Kelompok Disabilitas Aceh Barat, Idrus, saat acara panen ikan lele hasil budidaya sistem bioflok kelompok disabilitas di halaman Dinas Sosial Aceh Barat, Sabtu 12 September 2026.

Idrus mengatakan, para penyandang disabilitas merasa bahagia dan bangga atas perhatian serta kepedulian Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap mereka, khususnya melalui program pemberdayaan ekonomi.

"Kami selaku difabel semuanya bahagia dan bangga atas kepedulian dan empati Bapak Bupati kepada kami. Kami berharap program ini dapat diteruskan dan berlanjut sehingga kelompok usaha ini semakin produktif, maju dan sukses,” kata Idrus.

Menurutnya, budidaya ikan lele melalui kolam bioflok menjadi salah satu bukti bahwa penyandang disabilitas mampu menjalankan usaha secara mandiri apabila diberikan kesempatan, pendampingan dan dukungan.

Ia berharap program pemberdayaan tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok disabilitas.

“Kami ingin membuktikan bahwa difabel Aceh Barat bisa bekerja dan mandiri. Kami anti pengemis,” tegasnya.

Idrus juga menyampaikan bahwa kelompok disabilitas di Aceh Barat ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa penyandang disabilitas tidak selalu identik dengan ketergantungan dan meminta-minta di jalanan.

Ia mengajak seluruh anggota kelompok untuk terus bekerja, mengembangkan usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Ke depan, kami berharap usaha ini bisa terus berkembang dan sukses. Kami ingin menjadi kelompok yang produktif dan mampu berdiri sendiri,” ujarnya.

Panen ikan lele tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., Kepala Dinas Sosial Aceh Barat Mulyadi, S.Hut., serta Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas melalui kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan.

"Saya senang mendengar komitmen tersebut dan pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan memfasilitasi apapun untuk pengembangan ekonomi produktif kelompok disabilitas," ujar Tarmizi, S.P, MM.

Pemkab Aceh Barat selama ini gencar menertibkan pengemis jalanan. Semua yang ditangkap Sat Pol PP berasal dari luar Aceh Barat. Ditemukan jejak digital pengemis tersebut bermain slot atau judi online bahkan terindikasi pengguna narkoba.

Tarmizi, berharap tidak ada kaum difabel Aceh Barat menjadi pengemis jalanan, apalagi bermain judi online dan terlibat penyalahgunaan narkotika karena dapat menghancurkan masa depan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....