Pemkab Dorong Disabilitas Aceh Barat Mandiri melalui Budidaya Lele Bioflok

  • 12 Sep 2026 12:00 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mendorong penyandang disabilitas agar semakin mandiri dan berdaya saing melalui pengembangan usaha ekonomi produktif. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Aceh Barat, Mulyadi, S.Hut, saat kegiatan panen ikan lele hasil budidaya kolam bioflok kelompok disabilitas di halaman Dinas Sosial Aceh Barat, Sabtu 12 September 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., serta Asisten I Setdakab Aceh Barat, Ketua Kelompok Disabilitas serta anggotanya. Mulyadi mengatakan, penyandang disabilitas membutuhkan dukungan dan fasilitasi dalam pengembangan potensi sosial maupun peningkatan ekonomi agar mampu hidup lebih mandiri..

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM Foto bersama pada acara panen ikan lele budidaya bioflok kelompok Disabilitas di halaman Dinsos Aceh Barat, Sabtu 12 September 2026. Foto RRI/ Anwar Yunus

"Disabilitas harus mandiri dan berdaya saing. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan fasilitasi untuk pengembangan sosial serta peningkatan ekonomi," kata Mulyadi.

Ia menjelaskan, Pemkab Aceh Barat memberikan bantuan usaha ekonomi produktif kepada penyandang disabilitas sebagai stimulan agar penerima manfaat dapat mengembangkan usaha dan keterampilan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

Program tersebut, kata Mulyadi, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas serta peningkatan kesejahteraan sosial sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Pada 2026, Dinas Sosial Aceh Barat menyalurkan bantuan usaha ekonomi produktif kepada 30 penyandang disabilitas dengan sumber dana APBK Aceh Barat Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp105 juta. Bantuan tersebut diwujudkan melalui sosialisasi budidaya ikan lele sekaligus pengadaan kolam terpal dan sistem bioflok.

Mulyadi menyebutkan, untuk mendukung keberlanjutan program, pihaknya juga telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp16 juta untuk pengadaan bibit dan pakan ikan. Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran yang diusulkan dalam APBK Perubahan 2026 mencapai sekitar Rp19 juta.

"Untuk kondisi anggaran, kita sudah mengusulkan anggaran tambahan untuk bibit dan pakan. Harapannya, usaha ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi penerima," ujarnya.

Mulyadi menambahkan, hasil panen ikan lele yang dilakukan pada Sabtu tersebut tidak langsung dibagikan dalam bentuk uang kepada kelompok disabilitas. Berdasarkan kesepakatan bersama, hasil panen akan diputar kembali sebagai modal usaha untuk membeli bibit ikan dan mendukung keberlanjutan budidaya.

"Untuk hasil panen hari ini, kita sepakat bersama tidak menggunakan biaya tersebut untuk kebutuhan lain, tetapi digunakan kembali untuk membeli bibit ikan. Jadi usaha ini bisa terus berjalan," katanya.

Ia mengatakan, seluruh 30 penerima manfaat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sekitar dua pekan sebelumnya, Dinas Sosial Aceh Barat bersama kelompok disabilitas juga telah melakukan pematangan terkait pengadaan bibit ikan dan kebutuhan budidaya.

Menurut Mulyadi, pola pengembangan usaha seperti ini diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu menjadi stimulan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan dan usaha secara mandiri.

"Harapan kita, bantuan ini menjadi stimulan. Penerima manfaat bisa mengembangkan usaha dan keterampilannya masing-masing sehingga ke depan semakin mandiri dan berdaya saing," tutup Mulyadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....