Menjadi Mahasiswa Berkarakter Indonesia Investasi Jangka Panjang

  • 03 Agt 2026 18:06 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Karakter menjadi salah satu fondasi penting yang harus dimiliki mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan sosial. Hal tersebut disampaikan oleh Rahayu, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar, saat menjadi narasumber dalam program Spada bersama host Daffa Ismail di Pro 2 RRI Meulaboh, Senin (3/8/2026).

Dalam dialog tersebut, Rahayu menjelaskan bahwa karakter tidak hanya sebatas sopan santun, tetapi mencakup kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan untuk berkontribusi secara positif di lingkungan sekitar. Menurutnya, karakter seseorang dapat terlihat dari berbagai tindakan sederhana, seperti kejujuran saat ujian maupun kesungguhan dalam menyelesaikan tugas kelompok.

"Ilmu membuat seseorang menjadi pintar, tetapi karakter membuat seseorang dipercaya. Orang mungkin lupa dengan nilai atau IPK kita, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana sikap kita terhadap orang lain," ujar Rahayu.

Ia menambahkan, nilai-nilai utama yang harus dimiliki mahasiswa berkarakter Indonesia adalah kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Ketiga nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk pribadi yang mampu menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat di masa depan.

Menurut Rahayu, penerapan karakter baik dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan kampus, seperti menghormati dosen, menyelesaikan tugas tepat waktu, mengucapkan terima kasih, serta berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut, kata dia, akan membentuk karakter positif apabila dilakukan secara konsisten.

Selain itu, mahasiswa juga memiliki peran penting dalam menjaga persatuan Indonesia. Dengan latar belakang suku, budaya, dan daerah yang beragam di lingkungan kampus, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk berkolaborasi, bukan sebagai sumber perpecahan.

Pada kesempatan yang sama, Rahayu juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital. Ia mengingatkan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial serta menghindari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental.

"Media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri, mencari ilmu, berkarya, dan menghasilkan hal-hal positif, bukan menjadi ajang kompetisi yang membuat kita merasa tertinggal," katanya.

Menutup perbincangan, Rahayu berharap mahasiswa dan generasi muda Indonesia terus mengembangkan karakter positif sebagai bekal masa depan. Ia menegaskan bahwa dunia tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar, tetapi juga individu yang jujur, bertanggung jawab, peduli, mampu bekerja sama, dan terus belajar.

"Jangan takut berjalan pelan, tetapi takutlah jika berhenti berkembang," tutup Rahayu.

Sementara itu, host SPADA, Daffa Ismail, mengajak pendengar untuk menjadikan nilai-nilai karakter sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari agar dapat tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....