Warga Beutong Khawatir Dampak Tambang, Dorong Perlindungan Hutan

  • 23 Jun 2026 17:00 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Rencana investasi di kawasan Beutong Ateuh kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak lingkungan dan bencana di wilayah tersebut. Direktur Apel Green Aceh, Syukur Tadu, mengatakan kekhawatiran masyarakat semakin menguat pasca bencana yang melanda kawasan Beutong pada akhir tahun lalu.

Menurutnya, masyarakat menilai kelestarian hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi risiko bencana yang dapat berdampak pada sejumlah daerah di sekitar kawasan tersebut. "Ketakutan masyarakat hari ini adalah apabila kerusakan hutan semakin besar, maka dampaknya tidak hanya dirasakan Beutong tetapi juga daerah lain yang berada di sekitar kawasan itu," ujarnya.

Syukur menjelaskan masyarakat lebih menginginkan pembangunan yang berorientasi pada sektor pertanian, perkebunan, dan pengembangan hasil hutan non-kayu yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak lingkungan.

Ia menilai pendekatan pembangunan berbasis kearifan lokal dan ekonomi berkelanjutan dapat menjadi pilihan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, masyarakat juga tengah mendorong penguatan status hutan adat sebagai bentuk perlindungan terhadap kawasan yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga.

Syukur berharap pemerintah daerah, pemerintah Aceh, dan seluruh pemangku kepentingan dapat membuka ruang musyawarah dengan masyarakat agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar mempertimbangkan aspirasi warga.

"Yang paling penting adalah mendengar suara masyarakat. Mereka yang hidup dan menjaga kawasan itu selama bertahun-tahun," katanya.

Menurutnya, dialog yang melibatkan masyarakat menjadi langkah penting untuk mencari titik temu antara kepentingan pembangunan dan upaya menjaga kelestarian lingkungan di Beutong Ateuh.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....