Perjuangan Atlet Muda Pencak Silat Aceh Barat: Dari Kekalahan hingga Juara Prapora
- 02 Jun 2026 21:40 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Di balik keberhasilan meraih juara umum pada ajang Pra Pekan Olahraga Aceh (Prapora) 2026, tersimpan proses panjang dan perjuangan keras para atlet muda pencak silat Aceh Barat. Salah satu atlet, Sayed Ridha Fahlevi, mengaku perjalanannya tidak selalu mulus.
Ia pernah mengalami kekalahan di ajang sebelumnya, namun menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berlatih dan bangkit memperbaiki kemampuan.
“Kekalahan itu jadi pelajaran. Saya terus latihan dan mencoba memperbaiki diri hingga akhirnya bisa meraih hasil sekarang,” ujarnya Fahlevi, Selasa 2 Juni 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan terberat yang dihadapi saat Prapora adalah pertandingan pertama melawan tuan rumah, ditambah kondisi fisik yang menurun akibat perjalanan panjang menuju lokasi pertandingan.
Pelatih pencak silat Aceh Barat, Rahmad finandra.M, S.Pd, Gr., menegaskan bahwa keberhasilan atlet tidak instan, melainkan melalui proses latihan yang disiplin, terukur, dan konsisten dalam jangka waktu panjang.
“Yang saya tekankan kepada atlet adalah disiplin. Tanpa itu, latihan tidak akan maksimal. Proses mereka panjang, bahkan ada yang sudah berlatih sejak usia sekolah dasar,” jelasnya Nandra.
Menurutnya, selain latihan fisik dan teknik, pembentukan mental bertanding juga menjadi kunci utama. Atlet dilatih untuk tetap fokus, mengontrol emosi, serta memiliki semangat juang tinggi di setiap pertandingan.
“Yang paling penting adalah mental dan kemauan bertarung. Ketika fisik sudah menurun, mental yang kuat bisa menjadi penentu kemenangan,” tambahnya.
Ke depan, para atlet Aceh Barat menargetkan hasil yang lebih baik pada ajang PORA Aceh Jaya. Mereka optimistis mampu meningkatkan prestasi dan kembali mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi melalui kerja keras dan persiapan yang lebih matang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....