Saatnya Anak Muda Bertindak untuk Bumi yang Lebih Sehat

  • 23 Apr 2026 19:28 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh—Isu kerusakan lingkungan, mulai dari pencemaran sampah plastik hingga perubahan iklim, semakin menjadi perhatian global. Kondisi ini turut menjadi refleksi dalam peringatan Hari Bumi 2026 yang diperingati setiap 22 April.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya berhenti pada narasi, tetapi mulai melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

Hal ini disampaikan oleh aktivis pariwisata dan lingkungan, Tonicko Anggara, dalam program Sore Ceria RRI Meulaboh, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kesadaran anak muda terhadap isu lingkungan sebenarnya sudah mulai tumbuh, terutama melalui media sosial. Namun, ia menegaskan bahwa kepedulian tersebut harus diiringi dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Berbagi informasi di media sosial itu sudah termasuk aksi, tapi jangan berhenti di situ. Harus ada langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya Kamis 23 April 2026.

Ia mencontohkan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan, seperti membawa tumbler, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Selain itu, Toniko juga menyoroti pentingnya pendidikan lingkungan yang tidak hanya bersifat teori, tetapi mampu membentuk kebiasaan dan kesadaran dalam praktik sehari-hari. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh generasi muda.

Sebagai bentuk dorongan nyata, sejumlah aktivis lingkungan turut menyiapkan kegiatan Jambore Ekologi Kepemudaan di Aceh dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (Lepami) HMI Cabang Banda Aceh ini akan mencakup berbagai agenda, mulai dari seminar, pelatihan jurnalistik lingkungan, hingga aksi konservasi.

Salah satu kegiatan yang direncanakan adalah penanaman dan perawatan pohon di wilayah Aceh Barat pada awal Mei 2026, sebagai bentuk kontribusi langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini bertujuan agar anak muda tidak hanya memahami isu lingkungan, tapi juga mampu berkontribusi langsung di lapangan,” ujarnya Kamis 23 April 2026.

Dengan adanya kolaborasi antara anak muda, organisasi, dan masyarakat, peringatan Hari Bumi tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....