UB Berada di Peringkat 7 EduRank
- 09 Apr 2025 15:32 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Universitas Brawijaya (UB) menempatkan diri peringkat ke-7 di Indonesia dan peringkat ke-196 di Asia berdasarkan pemeringkatan EduRank. Pemeringkatan EduRank ini menggunakan metodologi yang cukup komprehensif, dengan bobot penilaian 45% berdasarkan kinerja akademik, 45% aspek non-akademik, dan 10% berdasarkan kualifikasi alumni.
Kepala UPT Reputasi UB, Hendrix Yulis Setyawan, S.TP., M.Si., Ph.D., menyebut peningkatan posisi UB dalam pemeringkatan EduRank ini merupakan capaian yang membanggakan, karena menunjukkan kualitas riset dan publikasi UB semakin diakui oleh masyarakat akademik, sebagaimana ditunjukkan oleh tingginya jumlah sitasi.
"Melalui pemeringkatan ini, kita dapat mengevaluasi kinerja riset, eksposur non-akademik, serta reputasi alumni UB dibandingkan dengan universitas lain di Indonesia,” Hendrix Yulis Setyawan, Rabu (9/4/2025).
Hendrix menjelaskan bahwa pemeringkatan EduRank didasarkan pada dua sumber data utama, yaitu OpenAlex dan Ahrefs. OpenAlex digunakan untuk mengukur kinerja riset, termasuk jumlah publikasi dan sitasi yang dihasilkan oleh Universitas Brawijaya, dengan bobot 45% dari total penilaian.
"Sedangkan Ahrefs digunakan untuk mengukur popularitas dan visibilitas Universitas Brawijaya di dunia maya, khususnya dari aspek SEO (Search Engine Optimization) dan trafik website UB," ujarnya.
“Pemeringkatan EduRank ini tidak mempertimbangkan aspek penilaian dari perspektif dosen eksternal, mitra industri, atau alumni, melainkan hanya berfokus pada kinerja riset dan visibilitas web,” tambah Hendrix.
Hendrix juga menuturkan bahwa meskipun tren jumlah sitasi publikasi UB mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, secara umum mengalami peningkatan signifikan. Total publikasi UB di jurnal bereputasi Q1 meningkat lima kali lipat sejak 2019 hingga 2025. Kinerja riset UB juga terus mengalami tren positif setiap tahunnya, dengan sedikit penurunan pada 2022 akibat dampak pandemi Covid-19.
"Pada tahun 2024, UB telah menerbitkan 2.284 publikasi, dan ditargetkan meningkat menjadi 4.000 publikasi pada tahun 2025," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....