Titik Sandar Peserta Sail Indonesia Dimantapkan

  • 29 Agt 2024 16:14 WIB
  •  Mataram

KBRN, Sumbawa: Menyambut kedatangan para peserta Sail Indonesia di Kabupaten Sumbawa, pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, terus melakukan persiapan. Terutama di titik sandar yang berlokasi di Pantai Gelora Desa Rhee Kecamatan Rhee.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, yang diwawancarai, Kamis (29/8/2024) mengatakan, Sail To Indonesia Rally tahun 2024 ini direncanakan berlangsung dari tanggal 13 hingga 18 September 2024. Dimana pihaknya sudah berkoodinasi dengan para pihak terkait. Salah satunya Even Organizer Yacht Indonesia yakni Raymon De Lesmana, yang selama ini menjadi Even Organizer pelaksana.

“Kami sudah melakukan zoom meeting dengan beliau dan menyampaikan rencana-rencana terkait dengan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Salah satu yang disampaikan, jelas Dedi, bahwa titik labuh Sail ini akan dilakukan pada lokasi yang baru. Karena selama lima kali berturut-turut Sail Indonesia di Kabupaten Sumbawa, titik labuhnya di Labuhan Badas. Sementara Kabupaten Sumbawa memiliki titik labuh destinasi wisata yang banyak tersebar.

“Kita ingin memperkenalkan destinasi baru yakni di wilayah barat,” ujarnya.

Setelah dilakukan evaluasi mengenai wilayah yang pas, pemerintah mengusulkan Pantai Gelora kepada Event Organizer. Setelah dilakukan pengkajian, maka disetujui titik labuh tersebut. Selanjutnya pemerintah juga sudah berkoodinasi dengan pengelola Pantai Gelora dan tokoh masyarakat di lokasi.

Para pihak tersebut sangat antusias menyambut event ini. Karena bagi mereka dengan adanya penataan program Pantai Gelora yang dilakukan oleh Kementerian PUPR, selaras dengan semangat untuk menggaungkan Pantai Gelora dan kawasan sekitar sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Sumbawa.

Oleh sebab itu pada tingkat kabupaten, jelas Dedi, sudah dilakukan rapat koordinasi pada tanggal 9 Juli 2024 lalu yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa. Dalam rapat itu diputuskan bahwa Pantai Gelora sebagai tempat titik labuh. Juga berkoodinasi dengan instansi terkait, baik vertical maupun daerah dalam rangka mensukseskan acara tersebut.

Pasca itu lanjutnya, juga telah melakukan kunjungan lapangan bersama perangkat daerah terkait untuk melihat langsung lokasi Pantai Gelora. Agar dapat membuat perencanaan tempat berlangsungnya event tersebut.

Pertama yang perlu dipersiapkan katanya yakni titik labuh para yachter di Pantai Gelora. Skenarionya, para yachter, akan berlabuh di Pantai Gelora dengan kedalaman minimal 5 meter, dan mereka akan membuang jangkar di wilayah yang aman. Kemudian dari kapal mereka akan menggunakan sekoci atau perahu nelayan untuk merapat ke pantai.

Sementara di pantai sendiri jelasnya, akan disiapkan dua lokasi yakni ada venue utama dan ada venue publik. Venue utama jelasnya, untuk pelayanan dan wisata-wisata dari yacht. Sementara venue publik itu dipersiapkan untuk masyarakat luas.

Kemudian disamping ada dua venue di Pantai Gelora, para wisatawan ini juga akan disuguhi dengan tour ke wilayah sekitar. Seperti di UMKM jagung Rhee, kemudian akan dibawa ke Olat (bukit) Planing. Selanjutnya para yachter akan diajak ke Kecamatan Utan untuk menyaksikan barapan kebo dan atraksi-atraksi lainnya. Wisata Tiu Batu wilayah Desa Marente, Kecamatan Alas sampai dengan di Pulau Bungin juga menjadi tujuan.

Disamping itu, wisatawan juga akan diajak untuk melakukan tour di Kota Sumbawa. Wisatawan akan diajak berkunjung ke Istana Dalam Loka, Bala Kuning dan obyek wisata lainnya. Pada hari ke lima, para yachter ini akan dibawa ke lokasi hiu paus Teluk Saleh melalui jalur darat.

“Selama enam hari berlabuh di Pantai Gelora, mereka tidak akan angkat jangkar, apabila mereka angkat jangkar mereka akan langsung pindah ke lokasi lain,” jelasnya.

Sampai sekarang ini katanya sudah dipersiapkan hal-hal yang sifatnya teknis, dengan berkoordinasi dan komunikasi agar pelaksanaan Sail Indonesia ini dengan baik.

“Sekarang ini tinggal pekerjaan teknis di lapangan yang sedang disiapkan,” ujarnya.

Pantai Gelora lanjutnya, sudah siap menyambut para yachter ini, karena memang sebelumnya sudah ditata. Sehingga tidak terlalu banyak infrastruktur yang disiapkan, karena relatif sudah tersedia. Apalagi dengan penataan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.

“Sudah ada jogging track, kemudian sudah diperbaiki perumahan, warungnya sudah semakin lebih baik, kemudian di pantai sudah ada penataan pengaman pantai yang sudah bisa dipakai oleh masyarakat untuk menyaksikan pemandang yacht,” paparnya.

Selama keberadaan yachter ini, masyarakat dapat menyaksikan semua kegiatan yang berlangsung di lokasi tersebut. Seperti hiburan, kemudian live music, berbagai lomba, aneka kuliner dan lain sebagainya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....