MICE dan Sport Tourism Jadi Andalan Baru Dongkrak Wisata Senggigi

  • 19 Jun 2026 16:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Kebangkitan pariwisata di kawasan Senggigi mulai menunjukkan arah yang semakin menjanjikan. Di tengah tantangan industri perhotelan dan kebijakan efisiensi, konsep Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) serta Sport Tourism dinilai menjadi motor baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak tingkat hunian hotel.

General Manager Merumatta Senggigi, Fahrurrozi, mengatakan penguatan dua sektor tersebut menjadi strategi penting untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Lombok Barat. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan besar yang harus segera diatasi agar potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal.

"Tantangan terbesar dalam pengembangan MICE saat ini sangat bergantung pada kebijakan pemerintah. Sebelum adanya kebijakan efisiensi anggaran, aktivitas MICE berlangsung sangat tinggi dan menjadi salah satu penyumbang utama okupansi hotel. Namun setelah aturan efisiensi diberlakukan, frekuensi kegiatan menurun cukup drastis," ujarnya, Jumat 19 Juni 2026.

Ia menilai kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor perhotelan, tetapi juga memukul pelaku usaha lain yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem industri MICE.

"Kalau kegiatan MICE berkurang, bukan hanya hotel yang terdampak. Vendor, penyedia jasa, hingga pelaku UMKM yang memasok kebutuhan acara juga ikut merasakan penurunan. Efek berantainya sangat besar sehingga kebijakan ini perlu ditinjau kembali," katanya menegaskan.

Selain MICE, Fahrurrozi juga menyoroti tantangan pengembangan Sport Tourism yang menurutnya masih terkendala minimnya dukungan sponsor dari pelaku usaha lokal.

"Hampir seluruh sponsor kegiatan Sport Tourism yang kami selenggarakan berasal dari luar Lombok. Sponsor lokal masih sangat sedikit. Padahal jika semakin banyak wisatawan datang, dampaknya juga akan kembali kepada dunia usaha lokal karena roda ekonomi akan bergerak lebih cepat," ucapnya.

Ia berharap perusahaan-perusahaan besar di Lombok mulai melihat sektor pariwisata sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar aktivitas promosi.

"Brand-brand lokal sudah saatnya ikut menjadi bagian dalam membangun pariwisata daerah. Ketika destinasi berkembang dan wisatawan terus berdatangan, dunia usaha juga akan menikmati manfaat ekonominya," katanya.

Menurut Fahrurrozi, optimisme terhadap peningkatan kunjungan wisatawan semakin besar setelah berbagai infrastruktur penunjang mulai dibangun pemerintah, termasuk pengembangan dermaga di kawasan Senggigi.

Ia menjelaskan, kapasitas dermaga yang sebelumnya hanya mampu disandari satu kapal kini telah meningkat menjadi tiga kapal secara bersamaan. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi wisatawan untuk datang ke Senggigi.

"Ini merupakan langkah yang sangat baik. Namun perlu dikaji lebih lanjut apakah wisatawan yang turun dari kapal benar-benar menginap di Senggigi atau hanya singgah sementara sebelum menuju destinasi lain," ujarnya.

Di sisi lain, ia menilai promosi destinasi Senggigi juga harus dilakukan secara lebih agresif hingga ke pasar nasional maupun internasional.

Menurutnya, promosi saja tidak cukup tanpa menghadirkan atraksi yang mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama di Lombok Barat.

"Kawasan Senggigi membutuhkan lebih banyak pertunjukan budaya, festival, hiburan, hingga event berskala nasional. Hotel-hotel juga dapat berkolaborasi menghadirkan artis atau kegiatan menarik pada akhir tahun sehingga kawasan wisata menjadi semakin hidup," katanya menegaskan.

Fahrurrozi mengungkapkan, penguatan MICE dan Sport Tourism selama ini telah memberikan dampak positif terhadap tingkat okupansi Merumatta Senggigi.

Ia menyebut fasilitas hotel yang dimiliki saat ini sangat siap mendukung pengembangan dua sektor tersebut, mulai dari ruang pertemuan dengan kapasitas puluhan hingga ratusan peserta hingga area pendukung berbagai kegiatan olahraga wisata.

"Merumatta memiliki fasilitas meeting yang memadai dengan kapasitas mulai sekitar 20 hingga 100 peserta. Kami juga rutin menggelar berbagai event Sport Tourism yang diikuti peserta lokal maupun wisatawan mancanegara. Dampaknya terhadap okupansi hotel cukup baik," ujarnya.

Ke depan, ia berharap frekuensi penyelenggaraan MICE dan Sport Tourism terus ditingkatkan melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri pariwisata, komunitas olahraga, serta dunia usaha sehingga Senggigi kembali menjadi destinasi unggulan di Indonesia.

"Harapan kami sederhana, MICE dan Sport Tourism terus diperkuat sehingga kunjungan wisatawan meningkat, ekonomi masyarakat bergerak, dan Senggigi kembali menjadi ikon pariwisata yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....