Panen Raya Stroberi Sembalun, Liburan Manis di Kaki Rinjani

  • 25 Agt 2026 21:14 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Agustus 2026 menjadi puncak panen raya stroberi Sembalun setelah musim panen bergeser akibat cuaca ekstrem pada awal tahun.
  • Wisatawan dapat memetik stroberi langsung dari kebun warga sambil menikmati panorama Gunung Rinjani dan udara sejuk dataran tinggi.
  • Wisata petik stroberi turut membuka peluang ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat konsep agrowisata di Sembalun.

RRI.CO.ID, Mataram : Agustus menjadi salah satu waktu yang menarik untuk berkunjung ke Sembalun, Lombok Timur. Bukan hanya karena panorama perbukitan dan Gunung Rinjani yang memukau, kawasan dataran tinggi ini juga tengah memasuki periode panen raya stroberi. Wisatawan dapat menikmati pengalaman berbeda dengan datang langsung ke kebun, memilih buah yang matang, lalu memetiknya sendiri dari tanaman.

Panen raya stroberi Sembalun tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan pola biasanya. Lombok Post pada April 2026 melaporkan musim panen raya yang umumnya berlangsung April–Agustus diperkirakan bergeser menjadi Mei–September akibat perubahan waktu tanam yang dipengaruhi cuaca ekstrem pada awal tahun. Puncak panen tahun ini diperkirakan terjadi pada Agustus.

Kondisi tersebut membuat Agustus menjadi momen yang menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung sensasi agrowisata stroberi di Sembalun.

Memetik Stroberi dengan Latar Gunung Rinjani

Pengalaman petik stroberi di Sembalun menawarkan sesuatu yang berbeda dari wisata kebun pada umumnya. Pengunjung tidak sekadar membeli buah yang sudah dipanen, tetapi dapat masuk ke area kebun, melihat tanaman dari dekat, memilih buah yang sudah matang, kemudian memetiknya sendiri.

Desa Wisata Sembalun Lawang melalui platform resmi Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat bahwa kebun stroberi di Sembalun merupakan milik masyarakat setempat. Sebagian kebun kemudian dikembangkan menjadi agrowisata agar wisatawan dapat merasakan pengalaman bercocok tanam sekaligus menikmati stroberi segar yang baru dipetik. Hasil petikan juga dapat dibawa pulang sebagai buah tangan.

Daya tariknya semakin lengkap karena kebun-kebun tersebut berada di kawasan kaki Rinjani. Hamparan tanaman hijau, udara pegunungan, serta latar perbukitan menciptakan suasana yang cocok untuk berwisata sekaligus berburu foto.

RRI Mataram juga sebelumnya mencatat aktivitas petik stroberi sebagai salah satu daya tarik wisata Sembalun. Pengunjung dapat menikmati buah langsung dari kebun sambil merasakan suasana sejuk kawasan kaki Gunung Rinjani.

Wisata petik stroberi juga mempertemukan wisatawan dengan aktivitas pertanian masyarakat Sembalun. Pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana komoditas pertanian yang selama ini dikenal sebagai produk konsumsi ternyata dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata.

Konsep tersebut memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian. Buah yang sebelumnya hanya dijual melalui jalur perdagangan dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang melibatkan pengunjung secara langsung.

Potensi tersebut juga menjadi perhatian dalam pengembangan pertanian Sembalun. Pada 8–9 Agustus 2026, Program Profesor Berdampak Universitas Mataram bersama sejumlah mitra melaksanakan kegiatan di kawasan Agrowisata Sembalun untuk mendorong pertanian terpadu dan berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, stroberi disebut sebagai salah satu komoditas yang menjadi bagian dari aktivitas wisata petik sendiri di Sembalun.

Hal ini menunjukkan bahwa pertanian dan pariwisata di Sembalun memiliki hubungan yang semakin erat. Kebun tidak hanya menjadi tempat produksi pangan, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan rekreasi.

Wisata yang Semakin Diminati

Popularitas wisata petik stroberi Sembalun juga terlihat dari meningkatnya aktivitas wisatawan di kawasan tersebut. RRI pada 22 Agustus 2026 melaporkan bahwa pariwisata Sembalun menunjukkan tren positif. Meskipun pemerintah kecamatan belum memiliki data kunjungan yang terintegrasi, Camat Sembalun menyebut peningkatan wisatawan terlihat dari ramainya berbagai destinasi, termasuk wisata petik stroberi.

Sebelumnya, pada 2024, kebun-kebun stroberi di Sembalun juga dilaporkan ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Aktivitas petik stroberi bahkan disebut memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani yang mengembangkan kebunnya sebagai destinasi wisata.

Dengan demikian, tren wisata petik stroberi bukan sekadar fenomena sesaat. Aktivitas tersebut telah berkembang menjadi salah satu pengalaman wisata yang melekat dengan Sembalun.

Serunya Memilih Buah Sendiri

Salah satu keseruan petik stroberi adalah kesempatan memilih buah sesuai keinginan. Pengunjung dapat mencari buah yang sudah berwarna merah dan terlihat matang, kemudian memetiknya dengan hati-hati.

Aktivitas sederhana ini justru menjadi pengalaman menarik, terutama bagi keluarga dan anak-anak. Mereka dapat melihat secara langsung bahwa stroberi tidak tumbuh seperti buah yang biasa ditemukan di pasar, melainkan berasal dari tanaman yang dirawat di lingkungan dataran tinggi.

Salah seorang pengunjung, Reynan dari Mataram saat ditemui RRI mengungkapkan sangat menikmati pengalaman ini dengan membayar Rp.25.000 untuk bisa masuk ke kebun atau lahan tanam stroberi dan bisa makan sepuasanya serta diperbolehkan untuk membawa bumbu rujak atau coklat cair untuk menikmati stroberi dengan pengalaman yang lebih seru . Aktivitas tersebut memberikan pengalaman rekreasi sekaligus edukasi karena pengunjung dapat memetik, mencicipi, dan membawa pulang buah hasil petikannya. Pengunjung lain, Diana mengatakan selain memetik dan mencicipi langsung, ia juga membawa pulang hasilnya dengan membayar Rp. 60.000 per kg.

Dengan udara pegunungan yang sejuk, hamparan kebun hijau, buah merah yang sedang melimpah, serta pemandangan Gunung Rinjani sebagai latar, wisata petik stroberi menawarkan cara berbeda menikmati Sembalun.

Agustus 2026 menjadi salah satu waktu yang menarik untuk memasukkan aktivitas ini ke dalam agenda liburan. Terlebih, puncak panen raya tahun ini memang diproyeksikan berlangsung pada Agustus setelah adanya pergeseran musim tanam akibat cuaca ekstrem pada awal tahun.

Jadi, jika perjalanan ke Sembalun biasanya identik dengan mendaki Rinjani, menikmati sunrise dari perbukitan, atau mengabadikan hamparan sawah, kini ada pengalaman lain yang tidak kalah menarik: menyusuri kebun, mencari stroberi merah ranum, memetiknya sendiri, lalu menikmati kesegarannya dengan latar megah Gunung Rinjani.

Satu perjalanan, banyak pengalaman. Dan pada Agustus ini, Sembalun sedang menawarkan salah satu yang paling manis: panen raya stroberi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....