Biaya Toilet dan Spot Foto Disorot, Ini Penjelasan Pengelola Benang Kelambu
- 15 Sep 2026 19:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Keluhan seorang wisatawan soal biaya tambahan di kawasan wisata Air Terjun Benang Kelambu, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam video yang beredar, wisatawan tersebut mempertanyakan adanya biaya lain setelah membayar tiket masuk. Ia menyebut pengunjung masih harus membayar ketika menggunakan toilet maupun untuk menikmati sejumlah spot foto.
“Ke toilet bayar lagi, ke view yang di sini untuk foto-foto bayar lagi,” ujarnya.
Diakhir video, wisatawan tersebut berharap sistem pembayaran di kawasan itu dibuat lebih sederhana. Menurutnya, pengunjung akan lebih nyaman jika biaya fasilitas sudah diinformasikan sejak awal dan, bila memungkinkan, dibayarkan bersamaan dengan tiket masuk.
Menanggapi keluhan tersebut, Pengelola Benang Stokel dan Benang Kelambu, Muhammad Rodian Fahlefi mengatakan, biaya yang dipersoalkan wisatawan bukan tiket masuk tambahan, melainkan tarif untuk fasilitas tertentu di dalam kawasan wisata.
Salah satunya selfie point. Fasilitas ini dikenakan tarif Rp2.000 per orang dan berada di bangunan kayu dengan ketinggian sekitar tujuh meter.
Menurut Rodian, pembatasan jumlah pengunjung di lokasi tersebut bukan semata-mata soal pungutan. Ada pertimbangan keselamatan karena bangunan berada di ketinggian dan permukaan di bawahnya berupa bebatuan.
“Kalau terlalu banyak pengunjung, beban bangunan juga bertambah. Ini berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” jelasnya, Selasa 15 September 2026.
Tarif yang dikenakan, lanjut dia, juga digunakan untuk pemeliharaan fasilitas. Material kayu yang lapuk atau rusak perlu diganti secara berkala agar selfie point tetap aman digunakan.
Begitu pula dengan toilet. Pengunjung dikenakan tarif Rp2.000 per orang untuk mendukung kebutuhan kebersihan, perawatan fasilitas, hingga operasional petugas yang setiap hari membersihkan kawasan tersebut.
Namun, pengelola mengakui persoalan utamanya bukan semata soal nominal pembayaran. Informasi mengenai biaya tambahan yang belum tersampaikan secara jelas sejak awal berpotensi membuat pengunjung merasa terbebani.
Karena itu, pengelola berencana memperbaiki penyampaian informasi di pintu masuk. Pengunjung nantinya akan diberi penjelasan mengenai fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam tiket masuk dan fasilitas mana yang dikenakan tarif tambahan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya kesalahpahaman serupa sekaligus memberikan kepastian kepada wisatawan sebelum menikmati berbagai fasilitas di kawasan Benang Kelambu.
Pihaknya juga menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari wisatawan. Baginya, biaya tambahan tersebut ditujukan untuk menjaga fasilitas tetap aman, bersih dan terawat. Namun di sisi lain, transparansi soal tarif menjadi bagian penting agar wisatawan tidak merasa harus membayar berkali-kali selama berada di satu destinasi.
"Tentu polemik biaya tambahan di Benang Kelambu tidak hanya menjadi soal Rp2.000 untuk toilet atau selfie point, tetapi juga menjadi evaluasi bagi pengelola untuk meningkatkan transparansi dan kenyamanan wisatawan," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....