Rupiah Melemah, Kunjungan Wisman ke NTB Justru Melonjak
- 04 Jun 2026 13:25 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah ternyata membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat.
- Data Badan Pusat Statistik Provinsi NTB mencatat sebanyak 8.686 wisatawan mancanegara masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada April 2026.
- Di tengah tekanan nilai tukar dan ketidakpastian ekonomi global, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke NTB justru mengalami peningkatan signifikan.
RRI.CO.ID, Mataram - Penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah ternyata membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Di tengah tekanan nilai tukar dan ketidakpastian ekonomi global, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke NTB justru mengalami peningkatan signifikan.
Data Badan Pusat Statistik Provinsi NTB mencatat sebanyak 8.686 wisatawan mancanegara masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada April 2026. Angka itu naik 35,13 persen dibanding Maret 2026 yang tercatat sebanyak 6.428 orang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah. Menurut dia, pelemahan rupiah dapat membuat destinasi wisata Indonesia, termasuk NTB, menjadi lebih kompetitif bagi wisatawan asing.

“Alhamdulillah, di tengah situasi global yang sulit diterka dan diprediksi, angka kunjungan ke destinasi kita masih bagus,” kata Aulia, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia mengatakan tren peningkatan kunjungan mulai terasa sejak memasuki periode high season pada Mei 2026. Aktivitas pariwisata, termasuk tingkat hunian hotel, mulai bergerak naik setelah beberapa bulan sebelumnya cenderung fluktuatif.
“Sekarang sudah mulai periode high season. Okupansi hotel juga mulai menggeliat,” ujarnya.
Menurut Aulia, kondisi kurs dolar yang tinggi bisa menjadi peluang bagi NTB untuk menarik lebih banyak wisatawan asing. Dengan biaya perjalanan yang relatif lebih murah dibanding sejumlah destinasi lain, NTB dinilai memiliki daya saing lebih kuat di pasar wisata internasional.
“Pada saat nilai mata uang seperti ini, tentunya bisa menjadi opsi kita sebagai daerah tujuan kunjungan,” katanya.
Selain peningkatan kunjungan wisatawan, geliat sektor pariwisata juga terlihat dari bertambahnya armada kapal cepat yang melayani rute wisata Bali-Lombok. Jika sebelumnya hanya tiga hingga empat armada yang beroperasi, kini jumlahnya meningkat menjadi delapan armada.
Penambahan armada itu terutama melayani jalur menuju kawasan wisata Senggigi, Gili Tramena, hingga sejumlah destinasi di Lombok Utara. Aulia menyebut meningkatnya jumlah operator kapal menunjukkan adanya lonjakan permintaan wisatawan.
“Kalau tidak salah sekarang ada enam operator kapal yang melayani. Sebelumnya hanya satu atau dua,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTB juga terus mendorong kolaborasi paket wisata lintas daerah bersama Bali dan Nusa Tenggara Timur. Kerja sama itu diharapkan membuka lebih banyak alternatif perjalanan wisata dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di kawasan timur Indonesia.
“Kita berharap dengan kerja sama tiga provinsi ini, alternatif perjalanan wisata semakin banyak sehingga kunjungan juga terus tumbuh,” kata Aulia.
Ia menambahkan penguatan konektivitas menuju berbagai destinasi wisata di NTB masih menjadi fokus pemerintah daerah, termasuk membuka akses yang lebih mudah menuju kawasan-kawasan wisata yang selama ini belum optimal dijangkau wisatawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....