9 Tahun Berjuang, Telaga Biru Baru Meledak Ramai pada 2026
- 20 Agt 2026 09:36 WIB
- Mataram
Poin Utama
- telaga biru desa perian
- wisata alam telaga biru desa perian lombok timur
- kuliner viral desa perian montong gading lombok timur
rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, dalam kelanjutan Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram melalui channel YouTube RRI Mataram Official, saya bertanya kepada Hasbi tentang masa ketika perjuangan panjang mereka mulai terasa hasilnya. Ketua Pengelola Telaga Biru tersebut mengatakan bahwa perjalanan membangun kawasan wisata ini telah berlangsung sekitar tujuh hingga sembilan tahun. Namun keramaian yang benar-benar dirasakan pengelola justru terbilang baru.
Hasbi menyebut bahwa pada 2026, terutama sekitar tiga bulan terakhir saat obrolan kami berlangsung, peningkatan kunjungan mulai terasa lebih nyata. Sahabat Sasambo, bayangkan saja, bertahun-tahun mereka menata tempat dengan swadaya, bertahan dengan fasilitas terbatas, bahkan ada masa ketika pengelola tidak memperoleh upah. Baru setelah proses panjang tersebut, masyarakat mulai datang dengan jumlah yang semakin terlihat.
Saya kemudian menanyakan hambatan yang paling sering dihadapi pengelola saat ini. Hasbi menjawab salah satu kebutuhan paling utama adalah tambahan fasilitas. Semakin banyak pengunjung tentu membutuhkan penataan yang lebih baik, mulai dari tempat beristirahat, fasilitas pendukung, hingga pelayanan yang dapat membuat orang merasa nyaman berada di Telaga Biru.
Pertanyaan berikutnya saya arahkan pada masyarakat sekitar. Apakah perkembangan wisata membuat warga mulai ikut terlibat? Hasbi mengatakan saat ini masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Taman Nasional maupun Telaga Biru sudah mulai memberikan respons, salah satunya melalui keterlibatan dalam membuka UMKM. Artinya, manfaat wisata mulai bergerak dari pengelola menuju aktivitas ekonomi warga.
Namun Hasbi juga tidak menutup mata bahwa kemungkinan masih terdapat masyarakat yang belum sepenuhnya sepakat atau mendukung pengembangan Telaga Biru. Bagi Hasbi, situasi itu tetap menjadi bagian dari proses. Ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang mendukung berbagai kegiatan positif yang diciptakan dan dikembangkan di kawasan tersebut.
Sahabat Sasambo, menurut saya harapan itu penting karena sebuah destinasi berbasis masyarakat sulit berkembang jika hanya ditopang beberapa orang. Telaga Biru telah membuktikan bagaimana lima orang yang sempat bertahan dapat menjaga gagasan hingga teman-teman lain kembali bergabung. Tahap selanjutnya tentu membutuhkan keterlibatan yang semakin luas agar manfaat ekonomi dan sosial tidak berhenti pada kelompok tertentu.
Dari persoalan fasilitas dan dukungan masyarakat, saya kemudian mengajak Hasbi membayangkan Telaga Biru pada masa mendatang. Apa yang ingin diwujudkan jika destinasi ini terus berkembang? Jawabannya cukup menarik. Hasbi tidak hanya memikirkan pembangunan fisik, melainkan ingin menghadirkan kembali permainan masa kecil dan budaya lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata. Sahabat Sasambo, inilah gagasan yang akan menutup perjalanan panjang kita bersama Telaga Biru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....