Event "Tambora Jungle Run 2026", Jadi Pemantik Ekonomi Lingkar Tambora

  • 17 Agt 2026 15:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Balai Taman Nasional Tambora terus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di lingkar kawasan Tambora melalui pengembangan wisata berbasis olahraga dan konservasi.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Tambora Jungle Run 2026, dengan nomor andalan Sea to Summit sejauh 40 kilometer. Event olahraga ekstrem ini menghubungkan kawasan pesisir dengan puncak Tambora melalui jalur Doroncanga.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry, mengatakan konsep Sea to Summit diharapkan memberikan multiplier effect bagi masyarakat, karena peserta tidak hanya menikmati kawasan Tambora, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi rangkaian perjalanan wisata yang menghubungkan potensi Teluk Saleh, termasuk wisata hiu paus, dengan kawasan Tambora.

“Untuk jangka panjang, lima tahun ke depan kita punya mimpi dari hiu paus ke agrowisata, kemudian ke kaldera. Atau dari hiu paus ke kaldera kemudian ke agrowisata,” ujar Abdul Azis, Senin, 17 Agustus 2026.

Menurutnya, dalam jangka pendek, Tambora Jungle Run menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan konsep tersebut. Sementara dalam jangka panjang, Balai TN Tambora menyiapkan pengembangan agrowisata di zona khusus kawasan Tambora.

Pengembangan agrowisata tersebut akan diarahkan di wilayah yang memang telah menjadi kawasan permukiman dan perladangan masyarakat sebelum ditetapkan sebagai taman nasional.

Balai TN Tambora telah menyiapkan sekitar 10 ribu bibit kemiri, selain bibit durian dan alpukat. Tanaman tersebut diharapkan mulai memberikan hasil dalam beberapa tahun mendatang dan menjadi sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat.

“Kita ingin mengubah mindset masyarakat, jangan jagung terus. Kita arahkan ke kemiri, durian dan alpukat,” katanya.

Pendampingan terhadap masyarakat akan dilakukan melalui 12 tenaga penyuluh yang akan mendampingi kelompok-kelompok tani di zona khusus tersebut.

Abdul Azis mengatakan, pengembangan ekonomi tidak hanya diarahkan pada kegiatan temporer saat event olahraga berlangsung, tetapi juga menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Saat Tambora Jungle Run digelar, masyarakat dapat memperoleh manfaat melalui UMKM, jasa transportasi, kuliner, pemandu hingga kebutuhan peserta lainnya. Sementara dalam jangka panjang, pengembangan agrowisata diharapkan membuka lapangan pekerjaan dan peluang usaha baru.

“Temporernya pada saat event. Permanennya, harapannya nanti ada pengembangan kawasan, agrowisata dan usaha masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan sport tourism tersebut sekaligus menjadi strategi memperkuat branding Tambora sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia.

Promosi dilakukan melalui media sosial, influencer, media nasional serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak.

Ke depan, Tambora Jungle Run diharapkan dapat berkembang menjadi event trail run berskala internasional sekaligus menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk menikmati berbagai destinasi di sekitar Tambora.

Dengan konsep tersebut, olahraga tidak hanya menjadi kegiatan kompetisi, tetapi menjadi pemantik pergerakan ekonomi, promosi wisata, pemberdayaan masyarakat dan konservasi kawasan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....