UMKM Mulai Tumbuh Kala Telaga Biru Semakin Dikenal

  • 20 Agt 2026 09:36 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • telaga biru desa perian
  • wisata alam telaga biru desa perian lombok timur
  • kuliner viral desa perian montong gading lombok timur

rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, masih bersama Hasbi dalam Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram yang tayang di channel YouTube RRI Mataram Official, perjalanan Telaga Biru kini memasuki fase yang berbeda. Setelah bertahun-tahun dikembangkan melalui swadaya dan kerja keras kelompok kecil pengelola, kawasan di Dusun Gunung Paok, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur ini mulai semakin ramai. Bertambahnya pengunjung perlahan membuka peluang bagi kegiatan ekonomi masyarakat.

Saya melihat beberapa tempat berdagang di sekitar kawasan dan bertanya kepada Hasbi apakah keberadaan pedagang tersebut memang baru berkembang belakangan. Hasbi membenarkan. “Dulu kami mana ada dagangan di sini,” demikian gambaran yang ia sampaikan. Bahkan untuk mencari kopi saja, pengelola harus mencari ke tempat lain. Kondisi tersebut tentu sangat berbeda dengan keadaan yang mulai saya lihat saat berkunjung.

Sahabat Sasambo, perkembangan wisata kemudian membuat masyarakat melihat adanya peluang untuk membuka usaha. Ketika saya menanyakan jumlah UMKM yang beroperasi, Hasbi menghitung ada sekitar empat UMKM yang telah berada di kawasan tersebut. Keberadaan mereka menjadi bagian penting karena pengunjung tidak hanya membutuhkan tempat melihat pemandangan, tetapi juga makanan, minuman, serta kebutuhan sederhana selama berada di lokasi.

Di sisi lain, berada di kawasan hutan dan Taman Nasional tentu membuat pengelolaan tidak boleh dilakukan sembarangan. Saya menanyakan kepada Hasbi mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan pengunjung maupun masyarakat ketika berada di kawasan wisata alam. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini kondisi relatif aman dan belum terjadi persoalan yang dikhawatirkan. Ia berharap situasi tersebut dapat terus dipertahankan.

Saya pun menyampaikan bahwa hal tersebut berarti pengunjung yang masuk sudah cukup memahami dan menaati aturan. Hasbi membenarkan bahwa pengunjung sejauh ini taat aturan. Bagi saya, Sahabat Sasambo, kepatuhan semacam ini penting karena semakin ramai sebuah kawasan wisata alam, semakin besar pula tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan, kebersihan, keamanan, dan kelestarian hutan.

Telaga Biru yang semakin dikenal juga menunjukkan perubahan yang cukup terasa. Kalau dahulu pengelola harus bekerja dalam keterbatasan, kini keberadaan pengunjung mulai menciptakan aktivitas baru. Ada orang berjualan, ada fasilitas yang terus diperbaiki, dan semakin banyak masyarakat yang melihat bahwa lokasi tersebut benar-benar mempunyai potensi wisata.

Tetapi Hasbi mengingatkan saya bahwa ramainya Telaga Biru tidak terjadi dengan cepat. Perjuangan mereka membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga sembilan tahun. Bahkan, Sahabat Sasambo, menurut Hasbi peningkatan kunjungan yang benar-benar terasa justru baru terjadi dalam beberapa bulan terakhir pada tahun 2026. Lalu apa tantangan terbesar ketika pengunjung mulai berdatangan? Salah satunya ternyata masih sama: kebutuhan menambah fasilitas serta memperluas dukungan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....