Satu Foto di Facebook, Telaga Biru Langsung Bikin Heboh
- 20 Agt 2026 09:37 WIB
- Mataram
Poin Utama
- telaga biru desa perian
- wisata alam telaga biru desa perian lombok timur
- kuliner viral desa perian montong gading lombok timur
rri.co.id-mataram: Sahabat Sasambo, cerita Telaga Biru bersama Hasbi dalam Obrolan Budaya Pro 4 RRI Mataram di channel YouTube RRI Mataram Official berlanjut pada sebuah peristiwa sederhana yang kemudian memberi pengaruh besar. Setelah bertahun-tahun dikenal masyarakat sebagai reban untuk menampung air, lokasi di kawasan TNGR, Dusun Gunung Paok, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur ini perlahan mulai diperhatikan orang luar. Menariknya, bukan promosi wisata besar yang menjadi awalnya, melainkan sebuah foto yang diunggah ke media sosial.
Hasbi menceritakan kepada saya bahwa dahulu ada seorang perempuan dari lingkungan masyarakat sekitar yang datang ke lokasi. Perempuan tersebut, yang menurut Hasbi masih termasuk keluarga dan merupakan orang setempat, iseng mengambil foto di kawasan reban. Tidak ada rencana besar tentang promosi wisata ketika foto tersebut dibuat. Ia hanya memotret pemandangan yang menurutnya menarik, kemudian mengunggah hasilnya melalui Facebook.
Ternyata unggahan sederhana tersebut mendapatkan respons. Sahabat Sasambo, orang-orang mulai bertanya di kolom komentar, “Ini di mana?” Ada pula yang merasa seperti pernah datang ke tempat tersebut, tetapi tidak benar-benar mengingat lokasinya. Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan. Hasbi menggambarkan bahwa komentar dari masyarakat mulai banyak, membuat pemuda-pemuda di sekitar kawasan ikut memperhatikan potensi tempat yang selama ini mereka anggap biasa.
Dari situlah muncul gagasan berikutnya. Para pemuda di sekitar kemudian berpikir, mengapa tidak membuat video di lokasi tersebut? Hasbi menegaskan kepada saya bahwa pada saat itu mereka belum berpikir menjadikan kawasan tersebut sebagai objek wisata. Video itu juga tidak dibuat sebagai strategi promosi yang direncanakan secara khusus. Mereka hanya melihat bahwa lokasi tersebut bagus dan layak direkam sebagai sesuatu yang menarik.
Video pun akhirnya dibuat dan diunggah ke YouTube. Saya sempat memastikan kepada Hasbi apakah video tersebut memang dibuat untuk mempromosikan kawasan. Ia kembali mengatakan tidak. Tidak ada konsep pemasaran wisata yang tersusun pada masa itu. Namun ternyata setelah video diunggah, respons masyarakat kembali bertambah. Orang-orang semakin penasaran dengan tempat yang memiliki genangan air dan suasana alam yang menarik tersebut.
Sahabat Sasambo, di sinilah kita dapat melihat bagaimana media sosial bekerja secara alami. Bermula dari foto iseng di Facebook, kemudian berlanjut ke video yang dibuat para pemuda dan diunggah ke YouTube, rasa penasaran masyarakat semakin berkembang. Tanpa kampanye besar, lokasi tersebut perlahan mulai dikenal. Orang-orang bertanya, mencari tahu lokasinya, dan akhirnya mulai mengingat tempat itu sebagai sebuah kawasan yang memiliki daya tarik tersendiri.
Respons yang semakin ramai kemudian melahirkan satu persoalan kecil tetapi penting: tempat ini harus disebut apa? Hasbi bercerita bahwa para pemuda mulai memikirkan sebuah nama. Dari obrolan santai di antara mereka, muncul gagasan menyebutnya Danau Biru. Namun nama itu ternyata belum menjadi nama terakhir. Sahabat Sasambo, pada cerita berikutnya kita akan mengetahui bagaimana Danau Biru kemudian berubah menjadi Telaga Biru, nama yang akhirnya melekat hingga sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....