Lonjakan Harga Tiket Pesawat Belum Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke NTB
- 22 Apr 2026 15:23 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Lonjakan Harga Tiket Pesawat Belum Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke NTB
- penambahan penerbangan baru rute Lombok–Jakarta
- Harga tiket pesawat naik
- harga BBM naik
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengklaim kenaikan harga tiket pesawat dan bahan bakar minyak (BBM) belum berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke NTB. Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, usai rapat paripurna bersama DPRD NTB di Kantor Gubernur, Rabu 22 April 2026.
“Alhamdulillah, harga tiket mahal dan kenaikan bahan bakar belum terlalu berdampak terhadap jumlah kunjungan sejauh ini,” ujar Iqbal.
Ia mengatakan indikator yang digunakan pemerintah daerah untuk membaca tren pariwisata adalah pergerakan jumlah penerbangan. Hingga kini, jumlah penerbangan ke NTB justru menunjukkan peningkatan.
Bahkan di tengah kondisi ini, kata Iqbal, ada penambahan penerbangan baru rute Lombok–Jakarta dengan frekuensi dua kali sehari. Selain itu, sejumlah rencana pembukaan rute baru, termasuk penerbangan langsung ke luar negeri, masih berjalan sesuai rencana tanpa pembatalan.
“Jumlah penerbangan justru meningkat. Beberapa maskapai juga sudah mengajukan penambahan rute, termasuk destinasi luar negeri yang tetap berjalan,” ujarnya.
Iqbal menilai kenaikan harga tiket pesawat merupakan fenomena global yang juga dirasakan di berbagai negara. Bahkan, kenaikan harga avtur di sejumlah negara disebut lebih tinggi dibandingkan yang terjadi di Indonesia.
Meski demikian, ia optimistis kondisi tersebut tidak akan berdampak besar terhadap minat wisatawan.
“Kalau orang memang ingin berlibur, selisih harga tiket Rp100 ribu sampai Rp200 ribu mudah-mudahan tidak terlalu menjadi persoalan,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, tetap menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang. Namun, pemerintah belum ingin berspekulasi mengenai dampak lanjutan dari kenaikan harga tersebut.
“Kita sudah menyiapkan mitigasi risiko. Tapi kita tidak perlu berspekulasi apakah ini akan berlangsung panjang atau tidak,” ujar Iqbal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....