Pariwisata Dompu Belum Pulih, Lakey dan Tambora Masih Lesu
- 22 Apr 2026 09:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Sektor pariwisata andalan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, seperti Pantai Lakey dan Taman Nasional Tambora, hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan pasca pandemi COVID-19.
Sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab lesunya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Selain dampak pandemi yang belum sepenuhnya pulih, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah turut memukul sektor perhotelan dan jasa wisata.
Kegiatan meeting atau rapat yang sebelumnya banyak digelar di hotel kini berkurang drastis, sehingga menggerus tingkat hunian dan pendapatan pelaku usaha pariwisata.
Faktor cuaca juga memperparah kondisi. Kebijakan buka-tutup objek wisata, khususnya wisata alam seperti pendakian di kawasan Gunung Tambora, berdampak langsung pada menurunnya jumlah kunjungan.
Kepala Balai Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry, mengakui berbagai inovasi telah dilakukan untuk menarik wisatawan. Namun upaya tersebut belum mampu mendongkrak angka kunjungan secara signifikan.
Bahkan, event Pesona Tambora yang sebelumnya mam PO u menjadi daya tarik wisatawan, telah dihapus, akibat mamajemen zero waste, yang tidak ditangani dengan baik oleh penyelenggara.
“Berbagai program dan inovasi sudah dijalankan, namun kunjungan ke Tambora masih belum optimal,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.
Selain itu, persoalan transportasi juga menjadi kendala serius. Tarif taksi dari bandara menuju kawasan Tambora yang dinilai tinggi membuat wisatawan luar daerah, bahkan mancanegara, enggan berkunjung. Kondisi serupa juga dirasakan pelaku wisata di kawasan Lakey Beach, Kecamatan Hu’u.
Para pelaku usaha terpaksa mengalihkan target pasar dari wisatawan mancanegara ke wisatawan lokal. Namun strategi ini belum memberikan dampak berarti terhadap peningkatan pendapatan.
Kunjungan ke Lakey saat ini didominasi wisatawan lokal dalam daerah, yang dinilai belum mampu menggerakkan ekonomi sektor pariwisata secara signifikan, terutama bagi pelaku usaha restoran.
Padahal, berbagai penyesuaian telah dilakukan, mulai dari menu hingga harga yang disesuaikan dengan daya beli pasar lokal.
Namun demikian, kondisi tersebut belum cukup untuk mengangkat kembali gairah pariwisata di wilayah tersebut.
Pelaku pariwisata berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, baik melalui kebijakan yang mendukung mobilitas wisatawan maupun penataan sistem transportasi yang lebih terjangkau, agar sektor pariwisata Dompu dapat kembali bangkit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....