Peran Anak Muda Majukan Pariwisata Budaya NTB Melalui Kreativitas Digital

  • 23 Jul 2026 09:33 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Generasi muda memiliki peran strategis dalam mempromosikan pariwisata, budaya, dan kuliner NTB melalui media digital.
  • Promosi destinasi perlu diimbangi dengan pelestarian budaya dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
  • Kolaborasi pemerintah, kampus, sekolah, komunitas, pelaku UMKM, dan konten kreator menjadi kunci pengembangan pariwisata NTB yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Mataram - Pariwisata dan budaya menjadi dua kekuatan utama yang dimiliki Nusa Tenggara Barat (NTB). Keindahan alam, kekayaan tradisi, hingga ragam kuliner khas menjadi modal besar untuk menarik wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut menjadi topik pembahasan dalam talkshow on air Sore Ceria Pro 2 FM RRI Mataram bersama Waca Darma, mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram semester tiga sekaligus Winner Mister NTB 2026.

Darma yang berasal dari Dusun Bimbi Bangka, Desa Samguna, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, menilai promosi pariwisata bukan sekadar memperkenalkan destinasi kepada masyarakat luas. Semakin dikenal suatu daerah, semakin besar pula peluang pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana yang mampu meningkatkan kualitas destinasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurut Darma, NTB memiliki potensi wisata yang sangat beragam. Gunung Rinjani telah lama menjadi ikon wisata alam yang mendunia, sementara Pantai Lakey di Kabupaten Bima dikenal sebagai salah satu destinasi selancar terbaik di Indonesia. Selain pesona alam, NTB juga memiliki kekayaan budaya dan kuliner khas, seperti sepat singang, yang menjadi identitas daerah sekaligus daya tarik bagi wisatawan.

Generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui media digital, anak muda dapat menjadi konten kreator yang menyajikan visual menarik, mengangkat sejarah destinasi, serta menceritakan nilai budaya melalui konsep storytelling. Cara ini dinilai mampu membuat promosi wisata lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memberikan informasi yang edukatif.

Pemanfaatan teknologi juga dapat dikembangkan melalui pembuatan situs web, peta digital, maupun panduan perjalanan yang membantu wisatawan mengenal berbagai destinasi di NTB. Inovasi tersebut tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga memperluas jangkauan promosi hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Meski memiliki potensi besar, promosi pariwisata di NTB masih menghadapi tantangan. Perhatian publik cenderung terfokus pada destinasi yang sudah populer, sementara masih banyak objek wisata, desa wisata, dan budaya lokal yang belum banyak dikenal. Kondisi ini menjadi peluang bagi generasi muda untuk memperkenalkan keunikan daerahnya melalui karya-karya kreatif di berbagai platform digital.

Selain promosi, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata. Darma menilai kesadaran menjaga kebersihan masih perlu ditingkatkan meskipun fasilitas tempat sampah telah tersedia di berbagai lokasi wisata. Karena itu, anak muda dapat mengambil peran sebagai agen edukasi, baik melalui media sosial maupun aksi nyata di lapangan.

Komitmen tersebut juga diwujudkan Darma melalui kegiatan beach clean up bersama Komunitas Batu Hijau dan para pegiat lingkungan. Kegiatan itu menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian kawasan wisata sekaligus mengajak masyarakat menjaga lingkungan agar tetap nyaman bagi wisatawan.

Di sisi lain, promosi budaya perlu dilakukan secara bijaksana. Budaya memang dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, apabila terlalu dikomersialkan tanpa memperhatikan nilai dan makna yang terkandung di dalamnya, keaslian budaya dikhawatirkan akan semakin memudar akibat berbagai modifikasi yang berlebihan. Masuknya budaya asing juga menjadi tantangan yang perlu disikapi melalui edukasi agar generasi muda semakin bangga menggunakan produk UMKM lokal, mengenakan pakaian adat, dan melestarikan budaya daerah.

Menurut Darma, pengembangan pariwisata dan budaya memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, pelaku UMKM, hingga konten kreator memiliki peran yang saling melengkapi melalui kebijakan, penelitian, pelestarian budaya, serta penyebarluasan informasi yang positif kepada masyarakat.

Di akhir perbincangan, Darma mengajak generasi muda untuk mulai berkontribusi dari langkah-langkah sederhana, seperti mengenali potensi daerah sendiri, mendukung produk UMKM, menjaga kebersihan lingkungan, serta aktif mempromosikan wisata dan budaya melalui karya-karya kreatif. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, anak muda diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan, bukan sekadar penonton, dalam memajukan pariwisata dan budaya NTB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....