Libur Lebaran Dongkrak Okupansi Hotel Lombok Barat Tembus 100 Persen

  • 27 Mar 2026 16:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Lombok kembali menunjukkan pesonanya sebagai destinasi unggulan pariwisata nasional. Momentum libur Lebaran 2026 menjadi bukti nyata, dengan tingkat hunian hotel yang mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Peter The, mengungkapkan performa okupansi hotel selama periode Lebaran tahun ini jauh lebih baik dibandingkan 2025. Ia menilai peningkatan tersebut terjadi terutama pada puncak arus liburan.

“Tingkat okupansi dari periode Lebaran ini sebetulnya sudah jauh lebih baik daripada tahun lalu, dari data yang saya lihat memang meningkat signifikan, khususnya di hari H dan H+1 Lebaran itu kita sudah hampir penuh,” ujar Peter saat ditemui RRI di hotelnya, Senggigi, Lombok Barat. Jumat 27 Maret 2026.

Menurutnya, tren positif ini tidak hanya terjadi saat puncak libur, tetapi juga berlanjut hingga beberapa hari setelahnya. Bahkan memasuki hari keenam pasca-Lebaran, tingkat hunian hotel masih terbilang tinggi.

“Sekarang ini sudah hari keenam setelah Lebaran dan tingkat okupansi masih lumayan bagus. Hari ini saja masih berada di angka tujuh puluh persen, sementara di periode puncak kemarin sempat hampir seratus persen,” katanya menegaskan.

Peter menjelaskan, tingginya minat wisatawan tidak lepas dari daya tarik Lombok yang terus berkembang sebagai destinasi alternatif selain Bali. Ia menyebut, Lombok kini semakin dilirik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Lombok ini masih menjadi destinasi yang sangat menarik, baik untuk tamu lokal maupun tamu asing. Selain Bali, Indonesia punya Lombok, Labuan Bajo, dan destinasi lainnya yang tidak kalah menarik,” ucapnya.

Dari sisi komposisi wisatawan, Peter menyebutkan bahwa tamu domestik masih mendominasi selama periode Lebaran, dengan kontribusi mencapai sekitar 70 persen. Wisatawan tersebut mayoritas berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

“Untuk periode Lebaran ini memang dominasi tetap dari domestik, sekitar tujuh puluh persen. Tapi tamu internasional juga tetap ada karena mereka juga sedang dalam periode liburan,” katanya.

Ia memperkirakan tren okupansi yang positif ini masih akan berlanjut hingga pekan depan, seiring adanya momentum libur panjang lainnya.

“Sampai minggu depan masih oke, karena ada long weekend lagi bertepatan dengan Paskah, jadi okupansi masih bisa dibilang cukup bagus,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai secara keseluruhan kinerja bisnis perhotelan di tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau dibandingkan dengan 2025, secara overall bisnis tahun 2026 ini jauh lebih bagus,” katanya menegaskan.

Tidak hanya itu, keunikan tradisi lokal seperti Lebaran Ketupat di Lombok juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal mereka.

“Apalagi Lebaran Ketupat ini kan satu hal yang unik, mungkin hanya ada di Lombok, itu juga jadi daya tarik tambahan bagi wisatawan,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....