Loteng Matangkan UMKM Hadapi MotoGP 2026, Legalitas dan Kualitas Produk Diperkuat
- 20 Jul 2026 15:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai mematangkan kesiapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjelang ajang MotoGP Mandalika 2026. Meski proses kurasi dari penyelenggara belum dibuka, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memperkuat pembinaan agar produk lokal memenuhi standar dan siap bersaing saat event internasional tersebut digelar.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Lombok Tengah, Baiq Yuliana Sapriani, mengatakan pembinaan tetap dilakukan secara berkelanjutan sebagai bekal bagi UMKM agar siap mengikuti proses kurasi ketika dibuka.
"Kami terus mendorong UMKM untuk tetap berproduksi dan bertahan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. Sambil menunggu kepastian kurasi, pembinaan tetap kami lakukan agar mereka benar-benar siap ketika kesempatan itu dibuka," ujarnya, Senin 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pembinaan difokuskan pada pemenuhan syarat utama yang menjadi indikator kelulusan kurasi, mulai dari legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, hingga aspek keamanan pangan. Selain itu, kualitas produk dan kemasan juga terus ditingkatkan agar mampu memenuhi standar penyelenggara.
"Kami memfasilitasi pembuatan NIB secara gratis dan memberikan sosialisasi terkait PIRT. Yang menjadi penilaian bukan hanya legalitas, tetapi juga kualitas produk dan kemasan yang layak dipasarkan pada event internasional," katanya.
Yuliana menyebutkan produk kuliner diperkirakan masih mendominasi stan UMKM pada MotoGP 2026 karena memiliki permintaan tinggi dari pengunjung. Sementara produk kerajinan tetap akan ditampilkan, termasuk tujuh produk unggulan Lombok Tengah, meski jumlahnya tidak sebanyak produk kuliner.
Untuk penyelenggaraan MotoGP tahun ini, Disperindag memperkirakan sebanyak 60 hingga 70 UMKM akan terlibat. Jumlah tersebut menyesuaikan luas area yang disediakan MGPA di kawasan Sirkuit Mandalika.
"Selama ini kami menyiapkan sekitar 30 tenda, masing-masing diisi dua UMKM. Jika ruang yang diberikan lebih luas, tentu jumlah UMKM yang bisa dilibatkan juga akan bertambah," jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tetap memberikan dukungan penuh dengan menyediakan tenda beserta sarana pendukung secara gratis bagi pelaku UMKM. Sementara MGPA menyediakan lokasi berjualan di area sirkuit.
Menurut Yuliana, kehadiran UMKM lokal selalu mendapat respons positif dari pengunjung MotoGP karena menawarkan beragam produk dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan stan komersial. Karena itu, MotoGP dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas promosi produk unggulan Lombok Tengah kepada wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....