Transformasi Narasi BKPRMI NTB: Menata Akar Rumput, Mengawal Peradaban Masjid
- 06 Apr 2026 12:39 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Mengelola organisasi hingga ke tingkat akar rumput bukanlah perkara mudah. Kompleksitasnya bahkan kerap disandingkan dengan tata kelola pemerintahan. Hal ini menjadi refleksi penting bagi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam memperkuat peran strategisnya di tengah masyarakat.
Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi (LBHA) BKPRMI NTB, Solihin, SH, menegaskan bahwa organisasi dengan struktur hingga tingkat basis membutuhkan sinergi yang presisi antara program kerja dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kepengurusan tingkat provinsi adalah barometer. Meski secara administratif berada di bawah kewenangan kabupaten/kota, secara fungsional pergerakan organisasi di daerah tetap harus dalam supervisi dan arahan provinsi,” ujarnya.
Empat Pilar Indikator Keberhasilan
Untuk memastikan roda organisasi berjalan objektif dan sistematis, Solihin memaparkan empat indikator utama sebagai tolok ukur keberhasilan BKPRMI NTB ke depan.
1. Kekuatan Manajerial dan Kaderisasi
Soliditas struktur organisasi hingga tingkat desa menjadi prioritas utama. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan rutin Latihan Mujahid Dakwah (LMD) sebagai sarana kaderisasi, serta penguatan administrasi berbasis digital guna melegalkan seluruh lembaga di bawah naungan BKPRMI.
2. Optimalisasi Program Unggulan
Standarisasi kualitas TKA/TPA melalui LPPTKA tetap menjadi fokus utama. Namun demikian, aspek kemandirian ekonomi juga menjadi perhatian. Pemuda masjid didorong untuk mengembangkan unit usaha kreatif dan UMKM agar tidak hanya aktif secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
3. Eksistensi dan Pengaruh Eksternal
BKPRMI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam perumusan kebijakan kepemudaan. Selain itu, respons cepat terhadap isu sosial dan kemanusiaan di wilayah Nusa Tenggara Barat menjadi indikator kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
4. Harmonisasi Koordinatif
Sinkronisasi program antara tingkat provinsi dan kabupaten/kota harus berjalan efektif tanpa tumpang tindih. Peran supervisi dari provinsi menjadi kunci agar arah gerak organisasi tetap terjaga dan selaras.
Organisasi sebagai Kunci Kemenangan Dakwah
Menutup pernyataannya, Solihin menekankan pentingnya organisasi sebagai instrumen utama dalam keberhasilan dakwah. Ia mengutip kaidah yang menyebut bahwa kebenaran yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.
“Transformasi ini bukan sekadar wacana, tetapi ikhtiar untuk memastikan dakwah pemuda masjid di NTB dikelola dengan manajemen yang modern dan tangguh,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....