Sekilas Memetik Makna Peringatan Hari Air Dunia 2025

  • 23 Apr 2025 16:08 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Air merupakan kebutuhan dasar hidup manusia sumber kehidupan dan sumber penghidupan yang dikaruniakan oleh Tuhan Yang Maha Esa bagi kita semua.

Setiap Tahun mulai tahun 1993 selalu ada peringatan tentang Hari Air Sedunia dan setiap tahunnya memiliki tema yang berbeda untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu penting terkait air. Setiap tema mencerminkan tantangan dan prioritas global terkait air pada tahun tersebut. Peringatan Hari Air Sedunia tahun ini ternyata bertepatan dengan Tahun Pelestarian Gletser Internasional, sehingga temanya diselaraskan. Dan hal ini adalah untuk menekankan perlunya kerja sama global dalam menjaga sumber daya air (gletser) yang vital ini.

Kita ternyata masih punya cadangan gletser tropis yang langka yaitu di Puncak Jaya Papua. Namun akhir-akhir ini sudah mengalami penyusutan drastis akibat Perubahan Iklim dan ini sangat disayangkan karena bisa berdampak negatif, yakni menyusutnya cadangan sumber daya air lokal dan perubahan terhadap iklim lokal, dan mungkin juga berkontribusi (kecil) atas meningkatnya permukaan air laut. Pelestarian gletser inilah yang menjadi tantangan, baik global maupun lokal.

Upaya pelestarian atau penyelamatan air dapat dilaksanakan dengan beberapa cara baik yang bersifat individu, kelompok, maupun global, antara lain pola hidup hemat energi (mengurangi emisi karbon), gerakan reboisasi, reforestrasi dan menjaga keberadaan lingkungan hidup yang baik. Ikut mendukung maupun partisipasi pada Gerakan Nasional atau Internasional untuk penyelamatan air.

Sejak lama, negara kita sudah ada upaya dan realisasi untuk melindungi, menyelamatkan dan melestarikan sumber daya air. Ini dilakukan baik dengan pembangunan infrastruktur, non struktur maupun dengan biodiversitas. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan daya guna air.

Banyak Kementerian yang terlibat untuk kegiatan ini. Di Tingkat Nasional telah dibentuk Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA), yang bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan siklus hidrologi di Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui berbagai program. Revitalisasi GN-KPA yang disepakati Kementerian/Bappenas pada tahun 2015 telah melaksanakan banyak program kegiatan.

Di Provinsi NTB, GN-KPA secara aktif telah menyelenggarakan kegiatan penyelamatan air antara lain dengan kegiatan penghijauan, penanaman pohon, sosialisasi dan bimbingan teknis yang berkaitan dengan konservasi, pendayagunaan dan Pengendalian Daya Rusak Air, terutama pada air permukaan, air bawah tanah (bukan gletser). Implementasi Kegiatan GN-KPA dengan melibatkan berbagai komponen Masyarakat (pendidikan, sosial, keagamaan, dunia usaha) dan dilaksanakan pada Lokasi terpilih, diprogramkan berjangka, didanai dengan APBN/APBD/sumber lain.

Komponen kegiatan dituangkan dalam matrik kegiatan, ini untuk memudahkan dalam monitoring, evaluasi dan rencana tindak ke-depan. Sebagai catatan, tema-tema hari air sedunia selama lima tahun yang lewat:

2020: Water and Climate Change, Air dan Perubahan Iklim

2021: Valuing Water, menghargai AIr

2022: Groundwater: Making the Invisible Visible, Air Tanah, Membuat Terlihat

2023: Accelerating Change, Mempercepat Perubahan,

2024: Water and Biodiversity, Air dan Keanekaragaman Hayati.

Penulis: Surana, Pakar Hidrologi di Nusa Tenggara Barat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....