Rumah Perempuan Migran Dorong Perbaikan Ekonomi Pekerja Migran Indonesia
- 30 Mei 2024 18:04 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Organisasi Rumah Perempuan Migran mendorong upaya perbaikan ekonomi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program Migrantpreneurs. Program ini dirancang untuk mendukung PMI baik sebelum bermigrasi, saat sedang bekerja di luar negeri, maupun setelah kembali ke tanah air.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Rumah Perempuan Migran, Mega Nisfa Makhroja, dalam acara "Empowerment Summit Migrantpreneurs Connection Day". Acara ini diselenggarakan oleh Organisasi Internasional Pekerja Migran (International Organization for Migration, IOM) di Universitas Mataram, Kamis (30/5/2024).
Mega mengungkapkan, jumlah PMI yang mencari pekerjaan di luar negeri meningkat drastis beberapa tahun terakhir. Sebanyak 200.761 orang bermigrasi ke luar negeri pada 2022, dengan mayoritas dari kalangan perempuan.
"Meskipun tergiur oleh gaji tinggi dan proses perekrutan yang cepat, banyak dari mereka menghadapi kesulitan setelah kembali ke tanah air. Hal ini disebabkan oleh manajemen keuangan yang buruk, tabungan terbatas, biaya memulai bisnis yang tinggi, dan kekerasan berbasis gender," jelasnya.
Program Migrantpreneurs yang dilakukan oleh IOM ini sejalan dengan program Inisiatif Inklusi Keuangan-Pemberdayaan Sosial Ekonomi PMI di NTB. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan keuangan, pendidikan, dan peluang kewirausahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan PMI, khususnya perempuan.
Program ini juga mendukung Instruksi Presiden No. 4 tahun 2022 tentang penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024. Pemerintah berupaya melakukan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.
Selama periode Januari hingga Mei 2024, program ini telah melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk Inkubasi Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Impact Investment Funds, dan Pengembangan Aplikasi Migrant Apps.
"Kami bangga dapat berkontribusi dalam program yang memberikan dampak langsung pada kehidupan pekerja migran perempuan. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk kesejahteraan jangka panjang," ujar Mega.
Selama dua bulan pelatihan, sebanyak 54 orang peserta Migrantpreneurs, yang terdiri dari PMI purna dan keluarga PMI, telah diberdayakan. Mega menutup sambutannya dengan ucapan selamat kepada para peserta.
"Selamat kepada para peserta yang telah berkontribusi. Harapannya, mereka bisa menjadi pemutus rantai kemiskinan. Mari berjuang bersama,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....