Senggigi Sunset Show Dipacu Jadi Magnet Wisatawan jelang MotoGP
- 06 Okt 2026 07:33 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Kabupaten Lombok Barat mengakselerasi sektor pariwisata melalui rangkaian atraksi seni dan budaya menjelang perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika.
- Kawasan Senggigi menjadi titik persiapan utama dengan agenda Senggigi Sunset Show untuk menangkap peluang kunjungan wisatawan.
- Senggigi Sunset Show dirancang sebagai bagian dari rangkaian Road to MotoGP dengan menempatkan seni, budaya, dan ekonomi kreatif sebagai kekuatan utama.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Kabupaten Lombok Barat mulai menggeber sektor pariwisata melalui rangkaian atraksi seni dan budaya menjelang perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Kawasan Senggigi menjadi salah satu titik yang dipersiapkan untuk menangkap peluang kunjungan wisatawan melalui agenda Senggigi Sunset Show.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat, Drs. Agus Gunawan, mengatakan Senggigi Sunset Show dirancang sebagai bagian dari rangkaian Road to MotoGP dengan menempatkan seni, budaya dan ekonomi kreatif sebagai kekuatan utama.
Menurut Agus, perubahan konsep dan penamaan agenda tersebut bukan sekadar pergantian kemasan. Event itu diarahkan menjadi ruang bagi pelaku seni, sanggar budaya serta UMKM untuk mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung.
"Memang dalam rangka kita menyambut MotoGP. Road to MotoGP juga, karena Lombok Barat memenuhi untuk atraksi dan budaya," ujarnya, Senin 5 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan panggung hiburan secara rutin memberi ruang lebih besar bagi sanggar seni di berbagai kecamatan untuk tampil. Para penari, pemusik hingga pelaku atraksi budaya mendapatkan kesempatan mempertontonkan kemampuan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi mereka.
Agus menilai dampak kegiatan tersebut tidak berhenti pada sektor seni pertunjukan. Kebutuhan kostum, tata rias, perlengkapan pertunjukan hingga aktivitas pendukung lainnya ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
"Penari-penari dan pemain band serta pelaku atraksi lain mengatakan ini luar biasa, membuat kita semakin giat berlatih dan semakin banyak penghasilan," katanya.
Selain pelaku seni, UMKM kuliner lokal juga menjadi bagian penting dari konsep Senggigi Sunset Show. Kehadiran pengunjung memberi peluang bagi pedagang untuk memasarkan produk makanan dan minuman kepada wisatawan maupun masyarakat yang datang menikmati pertunjukan.
Menurut Agus, aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan menunjukkan respons positif dari pelaku usaha. Produk yang dijajakan bahkan disebut dapat terserap oleh pengunjung ketika pertunjukan berlangsung.
"Untuk masyarakat sendiri di sekitarnya sudah ada UMKM-nya, hotel-hotel jualan di sana dan itu habis semua mereka jualannya kalau setiap malam," ucapnya.
Dari sisi pariwisata, Disparekrafpora Lombok Barat juga melihat event tersebut sebagai instrumen untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan atau length of stay. Agus menyebut, terdapat wisatawan yang awalnya hanya memiliki rencana mengunjungi destinasi lain, tetapi kemudian tertarik mengikuti agenda di Senggigi.
"Ada yang bilang acara itu membuat dia menambah length of stay-nya. Walaupun sehari, dia melihat ini menarik dan kemudian bertanya kapan jadwal pentasnya," katanya.
Penguatan atraksi tersebut berjalan beriringan dengan pembenahan unsur dasar destinasi wisata di Senggigi. Agus menyebut kawasan itu terus didorong memenuhi konsep tiga A, yakni aksesibilitas, amenitas dan atraksi.
Dari sisi aksesibilitas, Senggigi telah memiliki sejumlah fasilitas pendukung, termasuk akses fast boat dan jalur yang menunjang aktivitas wisatawan seperti jogging track. Sementara dari aspek amenitas, kawasan tersebut ditopang akomodasi dan fasilitas umum untuk mendukung kebutuhan wisatawan.
"Prinsip saya Senggigi itu harus ada tiga A untuk menerima tamu. Pertama aksesibilitas, kemudian amenitas, dan terakhir atraksi," tegas Agus.
Ia mengakui masih terdapat fasilitas yang perlu diperkuat, terutama pengelolaan tempat sampah. Namun, secara umum unsur pendukung destinasi di Senggigi dinilai telah tersedia dan tinggal terus ditingkatkan kualitasnya.
Di sisi lain, penguatan atraksi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat daya tarik Senggigi. Rangkaian kegiatan seperti Senggigi Sunset Show dan agenda seni lainnya diharapkan mampu menciptakan alasan tambahan bagi wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, sekaligus membelanjakan uangnya di daerah.
Agus menegaskan, momentum MotoGP harus dimanfaatkan tidak hanya untuk mendatangkan wisatawan, tetapi juga memastikan masyarakat lokal ikut merasakan dampak ekonomi dari geliat pariwisata.
"Kalau aksesibilitas sudah ada, amenitas sudah ada, atraksi juga kita siapkan. Jadi syarat destinasi itu minimal tiga A dan itu sudah lengkap di Senggigi," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....