Senggigi Tetap Jadi Ikon Wisata Lobar, Pemerintah Siapkan Konsep Baru Wisata
- 28 Agt 2026 11:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kawasan Senggigi sebagai salah satu pusat utama pariwisata daerah. Penguatan destinasi tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan kunjungan wisatawan, tetapi juga berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha saat menghadiri penutupan Festival Senggigi di Amphiteater Pasar Seni Senggigi, Kecamatan Batulayar, Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
Nurul Adha mengatakan, keberadaan berbagai kegiatan pariwisata di Senggigi telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam geliat ekonomi kawasan wisata.
Menurutnya, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperoleh kesempatan memasarkan produk mereka, sementara arus kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan bahwa Senggigi masih memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata Lombok Barat.
“Eksistensi Senggigi dan dampak ekonomi dari festival ini terlihat nyata. Kegiatan seperti ini mampu menggerakkan perekonomian warga lokal sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran wisatawan asing yang masih mengalir ke kawasan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Senggigi belum kehilangan posisinya dalam peta pariwisata daerah.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar pengembangan Senggigi tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat atraksi budaya yang menjadi identitas masyarakat Lombok.
Nurul Adha menilai kesenian tradisional seperti Peresean dan berbagai tarian daerah perlu ditampilkan secara berkala. Selain menjadi hiburan bagi wisatawan, atraksi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal.
“Event budaya harus terus kita hidupkan. Peresean dan tarian tradisional jangan hanya muncul pada momentum tertentu, tetapi dapat dikemas secara berkala sebagai bagian dari daya tarik wisata Senggigi,” katanya menegaskan.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, kawasan Senggigi juga mendapat perhatian dalam rencana penataan ke depan. Pemerintah menyebut terdapat alokasi anggaran khusus pada 2027 untuk mendukung penataan kawasan wisata tersebut.
Salah satu fasilitas yang akan dilanjutkan pembangunannya adalah jogging track, yang diharapkan dapat menambah fasilitas publik sekaligus memperkuat kenyamanan kawasan wisata.
Menurut Nurul Adha, penataan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya saing Senggigi. Kawasan yang memiliki sejarah panjang sebagai destinasi wisata unggulan itu dinilai harus terus beradaptasi mengikuti kebutuhan wisatawan dan perkembangan industri pariwisata.
“Kita ingin Senggigi terus berkembang dan tetap memiliki daya tarik. Penataan kawasan harus berjalan seiring dengan penguatan kegiatan wisata dan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga berencana melakukan pembaruan terhadap konsep festival pariwisata di kawasan Senggigi. Ke depan, kegiatan promosi wisata tersebut akan dikemas dengan nama dan konsep baru yang dinilai lebih segar serta mampu menjangkau pasar wisata yang lebih luas.
Langkah tersebut diharapkan tidak sekadar meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memberi dampak lebih besar terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.
Nurul Adha menegaskan, pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan lintas OPD, pelaku usaha, masyarakat, komunitas budaya hingga pelaku UMKM agar seluruh potensi Senggigi dapat dikelola secara berkelanjutan.
“Kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci. Senggigi bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi bagian penting dari masyarakat Lombok Barat yang harus kita jaga dan majukan bersama,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....