Ternak Mati, Distanak Lombok Timur Minta Peternak Waspadai PMK
- 05 Okt 2026 16:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Timur meminta para peternak meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mulai kembali menunjukkan indikasi di sejumlah wilayah. Hal ini seiring kondisi cuaca yang membuat virus dapat muncul.
Kepala Dinas Peternakan Lombok Timur, H. Mansyur, mengatakan keterlambatan laporan dari peternak menjadi salah satu kendala dalam penanganan kasus ternak yang diduga terjangkit PMK. Ternak yang mulai menunjukkan gejala harus segera dilaporkan kepada petugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Mansyur menyebut dari hasil pemantauan di lapangan terdapat tiga ekor sapi yang mati setelah dilakukan kunjungan oleh petugas. Terdapat pula pedet atau anak sapi yang diketahui belum pernah mendapatkan vaksinasi.
"Saya minta peternak jangan menunggu kondisi sapi semakin parah untuk melapor. Ketika sapi mulai demam atau tidak mau makan, segera sampaikan kepada petugas agar bisa diperiksa dan ditangani," ujar H. Mansyur, Senin 5 Oktober 2026.
Sementara dua ekor sapi lainnya dijual oleh pemiliknya karena peternak khawatir kondisi ternaknya semakin memburuk. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Peternakan karena pelaporan dan penanganan sejak awal sangat penting untuk mencegah kondisi ternak semakin parah.
Ia menjelaskan, beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain sapi mengalami demam tinggi, keluar ingus, tidak mau makan hingga kondisi tubuh melemah. Penanganan lebih awal dinilai penting agar kondisi ternak dapat segera diperiksa dan ditangani.
Dikatakan H. Mansyur, kematian sapi yang ditemukan di sejumlah lokasi masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan pengujian sampel. Namun, gejala yang muncul memiliki indikasi mengarah pada PMK sehingga sampel telah diambil untuk memastikan penyebabnya.
"Gejala seperti demam, keluar ingus dan tidak mau makan harus menjadi perhatian peternak. Jangan dianggap biasa, karena semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula petugas dapat melakukan pemeriksaan," katanya.
H. Mansyur juga menyoroti masih adanya peternak yang belum melakukan vaksinasi terhadap ternaknya. Padahal, vaksinasi menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kekebalan ternak dalam menghadapi penyakit.
Selain itu, peternak yang membeli sapi dari luar daerah melalui pasar hewan diminta memastikan riwayat vaksinasi ternak. Jika status vaksinasinya tidak jelas, peternak disarankan melakukan vaksinasi ulang melalui petugas kesehatan hewan.
Dinas Peternakan Lombok Timur juga meminta petugas kesehatan hewan di lapangan lebih aktif melakukan pemantauan.
"Kami minta petugas diminta tidak hanya menunggu laporan dari UPT, tetapi aktif turun ke wilayah kerja masing-masing untuk mengetahui kondisi ternak," ujarnya.
Di sisi lain, dugaan PMK tersebut sejauh ini belum berdampak terhadap harga sapi di Lombok Timur. H. Mansyur menyebut harga sapi hidup saat ini justru mengalami kenaikan. Ia berharap pengawasan terhadap lalu lintas ternak dan pelaksanaan vaksinasi dapat diperkuat untuk mencegah munculnya kasus PMK secara lebih luas.
"Kami harapkan peternak segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan gejala penyakit pada ternaknya," ucapnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....