ASDP Lembar Siapkan 17 Kapal Hadapi Lonjakan Penumpang MotoGP Mandalika
- 05 Okt 2026 14:16 WIB
- Mataram
Poin Utama
- PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar telah menyiapkan 17 kapal sebagai strategi mitigasi untuk menghadapi peningkatan arus penumpang dan kendaraan jelang MotoGP Mandalika 2026.
- General Manager ASDP Cabang Lembar Anis Adinizam menyatakan seluruh fasilitas pelabuhan telah dipersiapkan dengan matang untuk mendukung operasional penyeberangan Lembar-Padang Bai.
- Meski persiapan maksimal dilakukan, tren pergerakan penumpang pada dua tahun terakhir justru menunjukkan penurunan rata-rata sekitar 9 persen di lintasan tersebut.
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Menghadapi gelaran MotoGP Mandalika 2026, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar memperkuat kesiapan layanan penyeberangan lintasan Lembar–Padang Bai. Sebanyak 17 kapal disiapkan sebagai bagian dari strategi mitigasi untuk menghadapi kemungkinan peningkatan arus penumpang dan kendaraan, terutama saat gelombang kepulangan penonton.
General Manager ASDP Cabang Lembar, Anis Adinizam, mengatakan seluruh fasilitas pelabuhan telah dipersiapkan meski tren pergerakan penumpang pada dua tahun terakhir justru menunjukkan penurunan rata-rata sekitar 9 persen.
“Dalam rangka MotoGP, ASDP khususnya Pelabuhan Lembar sudah bersiap dengan fasilitas dermaga dan kapal. Berdasarkan pengalaman dua tahun terakhir memang ada kecenderungan penurunan penumpang sekitar 9 persen, tetapi kami tetap mengantisipasi kemungkinan terjadi kenaikan,” ujarnya, Senin 5 Oktober 2026.
Menurut Anis, kesiapan tersebut bukan hanya menyangkut armada. Sebanyak 190 personel disiagakan di Cabang Lembar, sementara 101 personel lainnya ditempatkan di lintasan Padang Bai.
Penguatan personel tersebut terutama diarahkan untuk mengantisipasi arus balik setelah rangkaian MotoGP berakhir. ASDP akan memantau pergerakan penumpang dari Padang Bai untuk menentukan kebutuhan penanganan di Pelabuhan Lembar.
“Potensi pelonjakan paling kami antisipasi pada hari terakhir atau saat kepulangan. Nanti pola pergerakannya bisa kami prediksi setelah melihat input arus dari Padang Bai,” katanya.
Dalam kondisi normal, operasional penyeberangan disiapkan menggunakan 13 kapal dengan 14 trip. Namun, apabila terjadi peningkatan arus, kapasitas dapat dinaikkan menjadi 14 kapal dengan 16 trip.
Sementara dalam skenario paling tinggi, sebanyak 17 kapal dapat dioptimalkan dengan sekitar 18 trip. Skema tersebut menjadi pilihan mitigasi apabila kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan arus yang signifikan.
“Normalnya 13 kapal dengan 14 trip. Kalau meningkat bisa menjadi 14 kapal dengan 16 trip, sedangkan skema maksimal 17 kapal dengan sekitar 18 trip. Namun, skema tersebut tetap menjadi kewenangan Otoritas Pelabuhan, KSOP dan BPTD,” ucapnya.
Anis menegaskan, ASDP bersama operator kapal yang tergabung dalam Gapasdap telah melakukan koordinasi untuk memastikan armada dapat digerakkan sesuai kebutuhan. Tujuannya untuk mencegah penumpukan kendaraan dan mempercepat penguraian antrean apabila arus balik meningkat.
“Intinya kami sudah berkoordinasi dengan Otoritas Pelabuhan dan operator kapal di Gapasdap untuk bersiaga. Kalau diperlukan skema maksimal, pelaksanaannya tetap berada dalam koordinasi dan kewenangan Otoritas Pelabuhan,” katanya.
Dari sisi armada, total terdapat 17 kapal yang dapat dioperasikan pada lintasan tersebut. Dua kapal berasal dari ASDP, sedangkan 15 kapal lainnya merupakan armada operator swasta yang tergabung dalam Gapasdap.
Kesiapan juga diperkuat melalui pengamanan dan koordinasi lintas instansi. ASDP membangun posko bersama yang melibatkan KP3, kepolisian, BMKG dan Lanal untuk memastikan operasional penyeberangan tetap aman dan terkendali selama periode MotoGP.
Untuk menghadapi kondisi cuaca panas, sejumlah tenda juga telah dipasang di area depan pelabuhan. Fasilitas tersebut dipersiapkan agar pengguna jasa yang harus menunggu tidak terpapar panas secara berlebihan.
“Kami sudah menyiapkan tenda di depan area pelabuhan. Untuk sementara kapasitasnya diperkirakan bisa melindungi sekitar 100 kendaraan agar pengguna jasa memiliki tempat yang lebih teduh ketika harus menunggu,” ujar Anis.
Hingga saat ini, pergerakan pengguna jasa maupun kendaraan menuju Lembar masih terpantau normal. Peningkatan justru sempat terlihat pada sektor logistik, namun kondisi tersebut disebut berkaitan dengan distribusi kebutuhan untuk persiapan pelaksanaan MotoGP.
Anis mengatakan ASDP belum melihat lonjakan signifikan pada arus penumpang maupun kendaraan. Kendati demikian, pihaknya tetap menggunakan skenario peningkatan arus sebagai dasar kesiapsiagaan.
Berdasarkan evaluasi pergerakan 2025, total penumpang dan kendaraan tercatat sekitar 93 ribu. Untuk 2026, ASDP menyiapkan skenario mitigasi dengan proyeksi peningkatan sekitar 5 persen sehingga total pergerakan diperkirakan mencapai 98 ribu.
“Kalau berdasarkan prediksi kenaikan sekitar 5 persen, kami memperkirakan ada sekitar 71 ribu penumpang, 18 ribu roda dua, sekitar 3 ribu kendaraan kecil, serta bus dan truk sekitar 5 ribu. Angka tersebut menjadi dasar kami menyiapkan skema mitigasi,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....