Kapal Eks Galangan Titanic Kini Layani Pelayaran Lembar-Banyuwangi

  • 15 Sep 2026 18:32 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • KMP Port Link adalah kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry yang meningkatkan pilihan transportasi laut antara Pulau Jawa dan Lombok dengan fasilitas yang lebih lengkap.
  • Kapal Port Link dibangun di galangan Harland and Wolff di Belfast, Irlandia Utara, galangan bersejarah yang juga membangun RMS Titanic.
  • Kapal ini sebelumnya beroperasi dengan nama St David dan kemudian Stena Caledonia sebelum berganti nama menjadi Port Link.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Kehadiran KMP Port Link menambah pilihan transportasi laut bagi masyarakat yang membutuhkan konektivitas antara Pulau Jawa dan Lombok. Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) itu bukan sekadar mengandalkan kapasitas angkut, tetapi juga menawarkan pengalaman perjalanan dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Yang membuat kapal ini menarik, sejarah pembangunannya memiliki kaitan dengan salah satu nama paling legendaris dalam sejarah pelayaran dunia. Port Link dibangun di galangan Harland and Wolff di Belfast, Irlandia Utara, galangan yang juga dikenal sebagai tempat pembangunan RMS Titanic. Kapal Port Link sendiri sebelumnya beroperasi dengan nama St David dan kemudian Stena Caledonia sebelum berganti nama menjadi Port Link.

Kapal tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan pelayaran di Indonesia. Sejumlah penyesuaian dilakukan agar karakteristik dan fasilitasnya lebih sesuai dengan kondisi operasional serta iklim tropis di Indonesia.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar, Anis Adinizam, mengatakan penyesuaian tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa.

"Memang kapal ini dibangun di Inggris. Galangannya sama dengan yang membangun kapal Titanic. Untuk kebutuhan di Indonesia, ada beberapa spesifikasi yang sudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan iklim tropis," ujarnya. Selasa 15 September 2026.

Menurut Anis, proses penyesuaian itu membuat kapal tidak lagi sepenuhnya sama dengan konfigurasi awal ketika masih beroperasi di luar negeri. Namun, perubahan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna jasa di Indonesia.

"Jadi sudah tidak seperti aslinya lagi. Ini dilakukan demi kenyamanan masyarakat yang menggunakan kapal di daerah dengan iklim tropis," katanya.

Daya tarik Port Link tidak hanya berada pada sejarahnya. Kapal ini juga dikenal memiliki konsep pelayanan yang lebih lengkap dibandingkan kapal penyeberangan pada umumnya, dengan sejumlah fasilitas penumpang yang memberikan nuansa perjalanan lebih nyaman.

Fasilitas yang ditawarkan antara lain area kafe, bar, minimarket, ruang bermain anak, pusat bisnis dengan koneksi internet hingga ruang hiburan. Kelengkapan tersebut menjadi salah satu alasan Port Link kerap mendapat predikat sebagai kapal ferry dengan fasilitas premium.

Dari sisi ukuran, kapasitas kapal juga menjadi salah satu keunggulan. Anis menyebut kapal yang dioperasikan ASDP tersebut memiliki panjang sekitar 130 meter dengan tonase sekitar 12 ribu ton. Kapasitas angkut kendaraan dapat mencapai sekitar 300 unit apabila seluruhnya berupa kendaraan kecil.

"Kalau campuran dengan kendaraan logistik, kapasitasnya bisa antara 80 sampai 90 kendaraan. Sementara untuk penumpang bisa di atas 500 orang," ucapnya.

Kehadiran kapal berkapasitas besar ini diharapkan tidak hanya menjadi pilihan bagi angkutan barang dan logistik. ASDP juga ingin masyarakat umum, termasuk keluarga yang hendak melakukan perjalanan wisata, melihat kapal tersebut sebagai alternatif transportasi menuju Jawa maupun Lombok.

"Intinya kami menyosialisasikan bahwa kalau ingin melakukan mobilisasi ke Jawa maupun ke Lembar, ada alternatif kapal yang sungguh nyaman bagi pengguna jasa," kata Anis.

Ia menegaskan, Port Link diharapkan mampu memperluas pilihan masyarakat dalam melakukan perjalanan lintas pulau. Kendaraan pribadi, wisatawan maupun pengguna jasa lainnya dapat memanfaatkan layanan tersebut sesuai kebutuhan.

"Harapannya ini bukan hanya menjadi solusi untuk logistik, tetapi pejalan kaki dan kendaraan keluarga yang mau berlibur ke Jawa maupun Nusa Tenggara juga bisa menggunakan kapal ini sebagai alternatif," tegasnya.

Untuk lintasannya, kapal tersebut melayani rute Tanjung Wangi di Banyuwangi menuju Lembar/Gili Mas di Lombok Barat. Informasi terbaru mengenai pengoperasian Port Link 0 juga menyebut kapal tersebut diperbantukan untuk melayani lintasan Tanjung Wangi–Lembar sebagai bagian dari penguatan konektivitas dan kapasitas layanan ASDP.

Dengan sejarah panjang, ukuran kapal yang besar serta fasilitas penumpang yang relatif lengkap, Port Link kini memiliki peran berbeda ketika beroperasi di Indonesia. Kapal yang pernah berlayar di perairan Inggris itu kini menjadi salah satu alternatif perjalanan laut yang menghubungkan Banyuwangi dan Lombok.

Bagi masyarakat Lombok Barat dan sekitarnya, kehadiran kapal ini membuka opsi perjalanan baru yang tidak semata berorientasi pada distribusi logistik, tetapi juga mobilitas masyarakat dan perjalanan wisata.

"Ini masih dalam masa soft launching dan tarifnya juga masih promo. Karena itu, kami membutuhkan dukungan teman-teman untuk ikut menyosialisasikan layanan ini kepada masyarakat," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....