PPSE Lombok Timur Sasar 10 Ribu KK Miskin Ekstrem Per Tahun

  • 04 Okt 2026 20:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperkuat Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) untuk menangani kemiskinan ekstrem yang masih mencapai sekitar 15.834 kepala keluarga. Program tersebut diarahkan tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi mendorong masyarakat memiliki kemampuan dan usaha yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengatakan penanganan kemiskinan ekstrem membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan kemiskinan pada umumnya. Intervensi dilakukan secara bertahap melalui dukungan kebutuhan jangka pendek, pemberian aset produktif, pelatihan keterampilan, literasi keuangan, pendampingan, serta akses terhadap layanan dasar dan keuangan inklusif.

“PPSE ini sangat bagus. Dengan catatan pendamping harus betul-betul mendampingi dan membantu mengarahkan secara bijaksana agar uang lima juta ini bisa dikelola dengan baik sebagai modal usaha. Jangan untuk bayar utang dan konsumtif,” ucapnya. Minggu, 4 September 2026.

Melalui program tersebut, bantuan senilai Rp5 juta per keluarga penerima manfaat direncanakan diberikan secara bertahap kepada 10 ribu kepala keluarga setiap tahun. Bantuan diarahkan sebagai modal usaha agar penerima manfaat dapat mengembangkan kegiatan ekonomi dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Bupati menilai keberhasilan program sangat bergantung pada kualitas pendampingan. Pendamping diharapkan tidak hanya mengawasi penggunaan bantuan, tetapi juga membantu penerima menentukan dan mengembangkan usaha yang sesuai dengan kemampuan serta potensi masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga menilai pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan diberikan kepada masyarakat yang tepat. Data berdasarkan desil memungkinkan kondisi ekonomi masyarakat dilihat secara lebih nyata, sementara mekanisme sanggah dapat digunakan apabila terdapat ketidaksesuaian data.

“Apa yang menjadi harapan dan niat baik kita untuk membantu masyarakat sesuai klaster-klasternya, dengan adanya data yang akurat, sehingga kita bisa memberikan bantuan secara tepat,” ujarnya.

Dalam penguatan pendampingan, Pemkab Lombok Timur juga mendorong perubahan pola pendampingan penerima manfaat. Bupati merekomendasikan satu orang pendamping menangani sekitar 10 penerima manfaat agar proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih intensif.

Program PPSE mengembangkan pendekatan tiga aspek, yakni Ability atau peningkatan kemampuan, Asset berupa kepemilikan aset dan permodalan, serta Access atau perluasan akses. Ketiganya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas penerima manfaat dalam mengelola usaha maupun pekerjaan yang dimiliki.

Melalui pelatihan keterampilan hidup, kewirausahaan, penguatan produksi, bantuan peralatan usaha, pendampingan, monitoring dan evaluasi, hingga akses ke institusi bisnis, PPSE diharapkan mampu meningkatkan kemandirian sosial ekonomi masyarakat. Dalam jangka panjang, program tersebut ditargetkan dapat mengurangi ketergantungan keluarga penerima manfaat terhadap bantuan sosial, meningkatkan kemandirian ekonomi, hingga mendorong mereka keluar atau graduasi dari kepesertaan bantuan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....