Kontes Sapi Lombok 2026 Siap Digelar, Peternak Didorong Naik Kelas
- 02 Okt 2026 18:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyiapkan panggung khusus bagi para peternak lokal untuk menunjukkan kualitas ternak mereka. Melalui Kontes Sapi Lombok 2026, pemerintah ingin menjadikan potensi peternakan tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai sektor yang terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.
Kontes Sapi Lombok 2026 memperebutkan Piala Bupati Lombok Tengah dan menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini akan digelar pada 24–25 Oktober 2026 di Lapangan Pasar Hewan Barebali, Kecamatan Batukliang.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan, sektor peternakan memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat. Karena itu, berbagai potensi yang dimiliki peternak lokal perlu diberikan ruang untuk berkembang dan dikenal lebih luas.
Menurutnya, kontes sapi tidak semata-mata mencari sapi terbaik. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada peternak yang selama ini konsisten merawat dan meningkatkan kualitas ternaknya.
“Peternak kita memiliki potensi yang besar. Ini yang harus terus kita dorong agar kualitas ternak semakin baik dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Lalu Pathul Bahri.
Kontes tersebut diinisiasi Dinas Pertanian Lombok Tengah bersama Asosiasi Peternak BEEF NTB (Business, Education, Experts, and Farmer of West Nusa Tenggara).
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara peternak, pelaku usaha, pemerhati peternakan dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pengembangan sektor peternakan.
Lalu Pathul Bahri berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada kompetisi. Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan usaha bagi para peternak.
“Harapan kita bukan hanya kontes, tetapi bagaimana peternak bisa bertemu, saling belajar, kemudian membuka peluang usaha dan meningkatkan kualitas peternakan kita,” ujarnya.
Dalam kontes tersebut, sapi akan diperlombakan dalam lima kategori. Mulai dari kelas ekstrem bebas dengan bobot minimal 700 kilogram, pejantan eksotik POEL 1 dengan bobot minimal 400 kilogram, calon pejantan eksotik usia 18–24 bulan, hingga pedet eksotik jantan dan betina usia 6–12 bulan.
Panitia juga menyiapkan kategori Exotic Cattle Fashion Show, pameran inovasi pakan dan pameran petani. Selain itu, akan digelar temu bisnis serta lelang ternak yang diharapkan mempertemukan peternak dengan calon pembeli dan pelaku usaha.
Bagi pemerintah daerah, kontes tersebut sekaligus menjadi ruang untuk melihat perkembangan kualitas ternak di Lombok Tengah, termasuk hasil pengembangan melalui program Inseminasi Buatan (IB).
Lalu Pathul Bahri mengatakan, peningkatan kualitas ternak harus berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan. Populasi dan mutu ternak yang semakin baik diharapkan ikut mendukung ketersediaan sumber protein hewani bagi masyarakat.
“Peternakan ini harus terus kita kembangkan karena berkaitan dengan ketahanan pangan dan kebutuhan protein hewani masyarakat,” katanya.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 1 hingga 20 Oktober 2026. Sementara registrasi ulang berlangsung pada 10–24 Oktober 2026.
Kontes Sapi Lombok 2026 diharapkan menjadi momentum bagi peternak dari berbagai wilayah untuk menunjukkan hasil pemeliharaan mereka sekaligus memperluas jaringan.
"Bagi pemerintah daerah, semakin banyak peternak yang terlibat akan semakin besar pula peluang untuk mengangkat potensi sapi Lombok ke pasar yang lebih luas," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....