Bambang Kurdi Daftar Pertama Pilkades Buwun Sejati, Bawa Misi Perubahan

  • 02 Okt 2026 15:05 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Tahapan Pilkades Desa Buwun Sejati memasuki fase pendaftaran bakal calon kepala desa.
  • Bambang Kurdi Sartono menjadi calon pertama yang secara resmi mendaftarkan diri ke panitia dengan menyerahkan berkas pencalonannya.
  • Bambang Kurdi Sartono didampingi oleh sejumlah pendukung mayoritas dari kalangan pemuda yang berasal dari berbagai dusun di Desa Buwun Sejati.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Buwun Sejati mulai memasuki fase pendaftaran bakal calon. Bambang Kurdi Sartono tercatat sebagai figur pertama yang secara resmi menyerahkan berkas pencalonannya kepada panitia.

Kedatangan Bambang ke sekretariat panitia tidak berlangsung seorang diri. Ia datang bersama sejumlah pendukung yang mayoritas merupakan kalangan muda dari berbagai dusun di Desa Buwun Sejati.

Panitia Pilkades memastikan dokumen yang disampaikan Bambang telah memenuhi persyaratan setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi. Dengan demikian, dirinya menjadi bakal calon pertama yang mendaftarkan diri dalam tahapan tersebut.

Bambang bukan sosok baru dalam pemerintahan desa. Ia pernah menduduki jabatan Kepala Desa Buwun Sejati pada periode sebelumnya dan kini kembali mencalonkan diri dengan membawa sejumlah agenda pembangunan.

Menurut Bambang, keputusan untuk kembali maju didorong oleh masih adanya pekerjaan pembangunan yang belum sepenuhnya terwujud pada masa kepemimpinannya terdahulu.

“Pada periode pertama, saya merasa masih ada tujuan pembentukan desa yang belum tercapai. Saya melihat kondisi sekarang cenderung stagnan dan belum menunjukkan geliat kemajuan,” ujarnya, Jumat 2 Oktober 2026.

Ia menilai salah satu sektor yang perlu kembali mendapat perhatian serius adalah pariwisata. Buwun Sejati, kata Bambang, pernah memiliki daya tarik wisata alam yang cukup dikenal sehingga potensi tersebut ingin kembali dikembangkan.

“Potensi desa, terutama wisata alam, ingin kita hidupkan dan majukan kembali,” katanya.

Bambang membawa visi menjadikan Buwun Sejati sebagai desa yang aman, memiliki sumber daya manusia berkualitas, dikenal lebih luas, sekaligus mampu mengelola sumber daya alam secara optimal.

Ia juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam proses pencalonannya. Rombongan yang mengiringinya saat mendaftar memang didominasi anak muda, tetapi Bambang menyebut dukungan tidak hanya datang dari kelompok tersebut.

“Yang terlihat sekarang memang banyak anak muda karena mungkin orang tua masih memiliki kesibukan. Tetapi dukungan dari orang tua juga ada, bukan hanya dari anak muda,” tegasnya.

Menurut Bambang, jaringan pendukungnya telah terbentuk di sejumlah dusun. Ia melihat keterlibatan lintas kelompok tersebut sebagai modal sosial untuk menjalankan agenda pembangunan apabila nantinya mendapat kepercayaan masyarakat.

Ketika kembali ditanya mengenai dominasi anak muda dalam rombongan pendukungnya, Bambang merespons dengan nada ringan. Baginya, semangat membangun desa tidak ditentukan oleh usia.

“Buwun Sejati bukan hanya diisi anak muda, tetapi harus memiliki semangat muda untuk membangun,” ucapnya.

Dukungan terhadap pencalonan Bambang juga datang dari Rusdianto, salah seorang warga yang mengaku mengikuti perjalanan pengembangan kegiatan wisata desa sejak awal.

Rusdianto menilai sektor pariwisata Buwun Sejati saat ini tidak lagi semeriah sebelumnya. Ia mengenang masa ketika nama desa tersebut cukup dikenal melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan promosi potensi wisata.

“Dulu siapa yang tidak mengenal Buwun Sejati,” katanya.

Ia juga mengingat kegiatan gawe desa yang pernah menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Buwun Sejati. Dalam salah satu kegiatan tersebut, bahkan gubernur disebut pernah hadir secara langsung.

Menurut Rusdianto, energi generasi muda sebenarnya masih cukup besar untuk mendorong perkembangan desa. Namun, ia menilai ruang keterlibatan pemuda dalam pembangunan belum sepenuhnya terakomodasi.

Karena itu, kata Rusdianto, banyak anak muda kemudian memberikan dukungan kepada Bambang. Ia menilai pengalaman Bambang dalam melibatkan pemuda menjadi salah satu alasan munculnya dukungan tersebut.

“Anak muda ingin dilibatkan dalam pembangunan. Itu yang membuat mereka antusias memberikan dukungan,” katanya mengakhiri.

Sementara itu, tahapan Pilkades Buwun Sejati masih berjalan. Panitia masih memberikan kesempatan kepada bakal calon lain untuk mendaftarkan diri sebelum seluruh tahapan dilanjutkan menuju proses penelitian dan penetapan calon kepala desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....