Tenun Bima ke Panggung Nasional, Dekranasda Bidik Pasar Lebih Luas
- 29 Sep 2026 18:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Kain tenun dan produk kriya khas Kabupaten Bima kembali mendapat ruang untuk tampil di panggung nasional melalui Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Tidak hanya memamerkan produk kerajinan, Ketua Dekranasda Kabupaten Bima Murni Suciyanti Ady Mahyudi, juga tampil dalam parade busana Kriyanusa 2026.
Busana yang dikenakan mengangkat karakter khas Bima melalui penggunaan tenun dan motif lokal. Penampilan tersebut sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan identitas budaya Bima kepada pengunjung pameran yang datang dari berbagai daerah.
Kriyanusa 2026 menjadi salah satu ruang promosi bagi daerah untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus mempertemukan karya para perajin dengan masyarakat dan pasar yang lebih luas.
Bagi Kabupaten Bima, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat promosi wastra dan produk kriya lokal agar tidak berhenti sebagai produk budaya, tetapi juga dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi.
"Kehadiran Dekranasda Kabupaten Bima di Kriya Nusantara 2026 ini bukan sekadar pameran, tetapi juga misi budaya," kata Murni Suciyanti.
Murni menyampaikan, pihaknya
ingin mengenalkan kepada Indonesia bahwa Kabupaten Bima memiliki warisan produk unggulan yang bernilai tinggi, berkelanjutan, dan mampu bersaing.
Di arena pameran, Dekranasda Kabupaten Bima menghadirkan sejumlah produk unggulan hasil karya perajin lokal. Kain tenun khas Bima menjadi salah satu produk yang ditampilkan, bersama busana dan berbagai kerajinan tangan lainnya.
Produk-produk tersebut menjadi representasi kreativitas masyarakat Bima sekaligus menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi wastra dan kriya yang dapat dikembangkan lebih jauh.
"Keikutsertaan dalam Kriyanusa juga menjadi kesempatan bagi Dekranasda Kabupaten Bima untuk memperluas jaringan promosi dan memperkenalkan produk perajin kepada calon konsumen dari luar daerah," ucapnya menegaskan.
Dia menambahkan, Kriyanusa 2026 diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan menghadirkan 410 booth kerajinan. Pameran yang berlangsung 26–30 September 2026 tersebut mengusung tema "Cipta, Kriya, Berkelanjutan, Perajin Mendunia".
Tema itu sejalan dengan upaya Kabupaten Bima dalam mendorong produk kerajinan lokal agar terus berkembang dengan tetap mempertahankan karakter budaya daerah.
Selain pameran, Kriyanusa 2026 juga menghadirkan berbagai agenda pendukung seperti workshop, talkshow dan fashion show.
Bagi para perajin Bima, keikutsertaan dalam kegiatan berskala nasional seperti ini menjadi ruang untuk melihat perkembangan produk kriya dari berbagai daerah sekaligus membuka peluang memperluas pasar.
Dekranasda Kabupaten Bima menilai pengembangan produk kriya membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan. Tidak hanya berkaitan dengan keterampilan membuat produk, tetapi juga menyangkut kualitas, kreativitas, inovasi dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.
"Karena itu, kami dari Dekranasda Kabupaten Bima terus mendorong pembinaan terhadap perajin lokal agar produk yang dihasilkan semakin kompetitif," terangnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak terhadap keberlangsungan usaha para perajin sekaligus menjaga agar pengetahuan dan keterampilan membuat tenun serta kerajinan khas Bima tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Pada dasarnya kami Dekranasda Kabupaten Bima berupaya menjadikan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif daerah," kata Murni dalam momentum itu.
Promosi yang dilakukan di tingkat nasional diharapkan membuka jalan bagi produk perajin Bima untuk dikenal lebih luas dan memiliki kesempatan menembus pasar yang lebih besar, termasuk pasar global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....