Lahan Tidur Mataram Disulap Jadi Sentra Cabai

  • 21 Sep 2026 08:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram– Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mulai mendorong pemanfaatan lahan tidak produktif menjadi kawasan pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Langkah tersebut ditunjukkan melalui keberhasilan kelompok tani binaan memanen cabai dari lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengapresiasi Dinas Pertanian yang mampu mengubah lahan tidur menjadi areal produktif. Menurutnya, kualitas hasil panen menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.

“Saya menyampaikan apresiasi ke Dinas Pertanian karena sudah bisa menyiapkan dan memanfaatkan lahan seperti ini untuk berubah menjadi produktif. Hasilnya sangat bagus, cabainya besar-besar dan segar,” ujarnya, Senin 21 September 2026.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, program tersebut telah memiliki pola pemasaran melalui offtaker yang langsung menyerap hasil panen petani. Cabai hasil panen di lokasi tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp60 ribu per kilogram, sehingga petani tidak hanya memperoleh hasil produksi, tetapi juga memiliki kepastian pasar.

Melihat hasil tersebut, Mohan meminta Sekretaris Daerah Kota Mataram mendata seluruh aset lahan milik Pemkot yang masih kurang produktif. Lahan yang memiliki potensi pertanian nantinya akan dipertimbangkan untuk dikembangkan dengan pola serupa di sejumlah wilayah.

“Saya sudah minta Pak Sekda untuk mendata lahan-lahan kita yang kurang produktif agar area tanamnya bisa diperluas. Nanti kita duplikasi lagi di beberapa tempat,” katanya.

Perluasan pemanfaatan lahan tersebut akan tetap mengutamakan pola non-budgeter dengan melibatkan kelompok tani (Poktan) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) di masing-masing wilayah. Pemkot Mataram berharap model ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi kelompok tani.

“Skemanya tetap non-budgeter. Ini dikelola oleh kelompok tani, dan kita berharap program ini betul-betul bisa menghasilkan serta menghidupi kelompok-kelompok tani yang sudah kita bentuk selama ini,” ujar Mohan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....